London Luncurkan Asuransi untuk Bitcoin

Kompas.com - 12/01/2014, 17:32 WIB
Penanda pada jendela mempromosikan mesin ATM Bitcoin yang telah dipasang di Waves Coffee House di Vancouver, British Columbia, Kanada, 28 Oktober 2013. ReutersPenanda pada jendela mempromosikan mesin ATM Bitcoin yang telah dipasang di Waves Coffee House di Vancouver, British Columbia, Kanada, 28 Oktober 2013.
EditorAditya Panji
Sebuah layanan penjaminan deposito mata uang digital, Bitcoin, untuk kehilangan dan pencurian telah diluncurkan di London, Inggris.

Elliptic Vault, perusahaan asuransi ini menggunakan apa yang disebut "deep cold storage," untuk menyimpan kunci privat yang telah dienkripsi untuk menyimpan Bitcoin di server offline pada lokasi yang aman.

Pendirinya mengatakan ini adalah perusahaan "pertama di dunia" yang menawarkan layanan asuransi bagi pemilik Bitcoin.

Saat ini, Bitcoins dicuri tidak dapat dipulihkan karena semua transaksi tidak dapat dibalikkan lagi (ireversibel).

Dompet online yang digunakan untuk menyimpan Bitcoins telah menjadi sasaran sejumlah serangan cyber dan beberapa pengguna juga telah menderita kerugian akibat kejadian yang tidak disengaja.

James Howells kehilangan sekitar £4,6 juta (Rp89 miliar) ketika membuang perangkat keras komputernya dan lupa bahwa dia punya Bitcoin yang tersimpan di dalamnya.

Tidak seperti uang yang disimpan di bank konvensional, Bitcoin tidak diasuransikan dan tidak ada cara untuk mengembalikannya setelah uang ini dicuri atau hilang.

'Langkah Jelas'

"Salah satu perhatian utama orang terhadap Bitcoin adalah cukup sulit untuk menyimpannya dengan aman," kata pendiri Elliptic, Tom Robinson, kepada BBC.

"Penawaran asuransi tampaknya adalah langkah yang jelas."

Tapi meyakinkan perusahaan asuransi untuk mempercayai mata uang baru lahir itu bukanlah tugas yang mudah

"Sangat sulit untuk menemukan perusahaan asuransi," kata Robinson yang adalah lulusan Oxford dengan gelar PhD di bidang fisika. Ia memulai perusahaan ini bersama dua orang teman.

"Industri ini (asuransi) sangat konservatif dan mereka tidak mengerti Bitcoin.

"Mereka juga dipengaruhi publisitas negatif terhadap Bitcoin, meskipun hal ini telah membaik sejak Silk Road (pasar online ilegal) dihentikan." (BBC Indonesia)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X