NSA Sadap 194 Juta SMS Per Hari

Kompas.com - 17/01/2014, 17:32 WIB
Warga AS menggelar unjuk rasa rasa anti-penyadapan di Washington DC, AS, Sabtu (26/10/2013). Sementara, di Spanyol media setempat mengklaim 60 juta komunikasi telepon, SMS dan surat elektronik warga negeri itu disadap NSA. Allison Shelley / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPWarga AS menggelar unjuk rasa rasa anti-penyadapan di Washington DC, AS, Sabtu (26/10/2013). Sementara, di Spanyol media setempat mengklaim 60 juta komunikasi telepon, SMS dan surat elektronik warga negeri itu disadap NSA.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Dinas intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), dilaporkan melakukan kegiatan pengumpulan pesan teks (SMS) per hari dari seluruh dunia. Isi pesan yang dikumpulkan mulai dari rencana perjalanan hingga transaksi keuangan.

Menurut laporan surat kabar The Guardian, program pengumpulan pesan teks ini diberi kode nama "Dishfire". Data itu didapat The Guardian dari Edward Snowden, mantan karyawan NSA yang saat ini mendapat suaka sementara di Rusia.

Dalam dokumen tahun 2011 dengan subjudul "SMS Text Messages: A Goldmine to Exploit", NSA mengumpulkan rata-rata 194 juta pesan teks per hari pada bulan April.

"NSA telah membuat ekstensi menggunakan database pesan teks yang luas untuk mengekstrak informasi tentang rencana perjalanan seseorang, kontak, transaksi keuangan, dan lainnya," tulis laporan The Guardian.

Dinas intelijen Inggris, Government Communications Headquarters (GCHQ), dilaporkan memanfaatkan database NSA untuk memantau komunikasi. Nomor telepon yang berasal dari AS telah dihapus atau "diminimalkan" dari database, sedangkan nomor telepon dari negara lain, termasuk Inggris, disimpan oleh GCHQ.

Kantor berita Reuters meminta keterangan NSA terkait artikel The Guardian. NSA menjawab, "Seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, keterlibatan NSA melakukan pengumpulan data yang sewenang-wenang dan tak terbatas adalah (informasi) palsu."

Juru bicara NSA melanjutkan, mereka fokus dan khusus dikerahkan untuk melawan target intelijen asing yang valid dalam menanggapi kebutuhan intelijen. NSA menambahkan, program "Dishfire" diproses dan disimpan secara sah untuk mengumpulkan pesan teks, atau data SMS, dan dilakukan untuk melindungi negara dan warga AS semata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi mata-mata NSA, yang belakangan ini terungkap, mengundang banyak kritik dari perusahaan swasta hingga pemerintah negara lain.

Delapan perusahaan teknologi di AS melakukan kampanye menentang program pengawasan dan menuntut reformasi dalam tubuh NSA. Delapan perusahaan itu adalah AOL, Apple, Facebook, Google, LinkedIn, Microsoft, Twitter, dan Yahoo.

Sementara itu, Pemerintah Brasil dan negara lain yang diduga menjadi korban penyadapan NSA, termasuk Jerman, menyerukan kepada dunia agar kembali membicarakan tata kelola internet.



Sumber Reuters
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.