Microsoft Terpaksa Ubah Nama "SkyDrive"

Kompas.com - 28/01/2014, 13:03 WIB
OneDrive MicrosoftOneDrive
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Bagi pengguna layanan penyimpanan data online dari Microsoft, kini saatnya Anda mengucapkan selamat tinggal kepada SkyDrive, dan mengatakan selamat datang pada OneDrive.

Microsoft terpaksa mengubah nama layanan komputasi awan (cloud computing) SkyDrive menjadi OneDrive karena mereka terjerat sengketa merek dagang dengan perusahaan penyiaran British Sky Broadcasting Group (BSkyB).

Kasus ini berlangsung sejak 2013, ketika Microsoft diminta mengganti nama SkyDrive. Akhirnya pada Agustus 2013, pengadilan di Inggris menyatakan bahwa Microsoft melanggar hak merek dagang yang dimiliki BSkyB.

BSkyB memberi waktu kepada Microsoft untuk beralih merek dagang ke nama lain yang tidak menggunakan kata "Sky".

General Manager Consumer Apps & Services Microsoft Ryan Gavin mengaku tidak mudah untuk mengubah nama SkyDrive. Kendati demikian, Gavin meyakinkan bahwa "layanan penyimpanan data di awan itu akan terus beroperasi seperti biasa, dan semua konten akan tetap tersedia di OneDrive dan OneDrive untuk bisnis."

"Kami sangat antusias dengan apa yang akan terjadi pada masa mendatang, dan tidak sabar untuk berbagi lagi," katanya dalam blog resmi OneDrive, Senin (27/1/2014).

Microsoft memosisikan OneDrive sebagai layanan untuk menyimpan dokumen, foto, video, dan konten lain. Perusahaan telah membuat halaman situs khusus onedrive.com dan membuat video promosi di YouTube untuk mengumumkan nama baru tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X