Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Bikin Tim untuk Lestarikan Game Lawas Xbox

Kompas.com - 16/04/2024, 15:30 WIB
Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Raksasa teknologi Microsoft telah membentuk tim baru yang didedikasikan untuk melestarikan game lawas Xbox, sehingga bisa dimainkan di konsol terbaru Xbox (backward compatibility).

Informasi pembentukan tim ini dibagikan oleh presiden Xbox Sarah Bond lewat memo internal perusahaan Microsoft. E-mail ini diterima oleh situs berita Windows Central, yang keabsahannya sudah dikonfirmasi oleh Microsoft.

"Kami telah membentuk tim baru yang didedikasikan untuk pelestarian game yang penting bagi kami, semua di Xbox, dan industri game itu sendiri," tulis Bond.

Baca juga: Xbox, Spotify, dan Epic Games Kompak Serang Apple, Ada Apa?

"Kami sedang membangun sejarah kuat dalam memberikan backward compatibility kepada para pemain kami, dan kami tetap berkomitmen untuk menghadirkan perpustakaan Xbox yang luar biasa, untuk dinikmati oleh para pemain generasi mendatang," sambungnya.

Detail lebih lanjut terkait tim pelestarian game ini kemungkinan akan diumumkan pada gelaran Xbox Showcase, yang diperkirakan bakal dihelat pada 9 Juni 2024.

Sebagai informasi, fitur backward compatibility ini sebelumnya sudah tersedia di konsol Xbox Series X/S, yang memungkinkan pengguna bermain game Xbox orisinal, Xbox 360, dan Xbox One, mulai dari Grand Theft Auto IV (GTA IV/GTA 4) hingga Star Wars: Knights of the Old Republic.

Deretan game di atas bisa dimainkan secara gratis apabila pengguna sudah memiliki kaset game tersebut. Alternatifnya, pengguna bisa membeli game tersebut dengan banderol harga sekitar 9,99 dollar AS (Rp 158.830) hingga 14,99 dollar AS (Rp 238.324).

Hal ini berbeda dari konsol PlayStation 5 (PS5) yang bisa memainkan game PlayStation (PS4), tetapi jika ingin bermain game konsol generasi sebelumnya, pengguna mesti berlangganan layanan berbayar PlayStation Plus (PS Plus) seharga Rp 155.000 per bulan.

Nintendo Switch juga menyediakan layanan Nintendo Switch Online (NSO) seharga 49,99 dollar AS (Rp 794.773) per tahun, bagi pengguna yang ingin menikmati game klasik NES, SNES, dan Nintendo 64.

Dengan demikian, baik PlayStation maupun Nintendo tidak memungkinkan pengguna untuk membeli game tersebut secara individu. Backward compatibility yang tidak ditawarkan tidak fleksibel.

Ini bukan berarti Microsoft sempurna dalam usahanya melestarikan game. Sebab, perusahaan tersebut bakal menyuntik mati toko online Xbox 360 Marketplace pada Juli 2024 mendatang, sehingga membahayakan game yang belum mendukung fitur backward compatibility.

Rencana konsol baru

Versi refresh dari Xbox Series X memiliki nama kode Xbox BrooklinMicrosoft Versi refresh dari Xbox Series X memiliki nama kode Xbox Brooklin
Bond dalam memonya juga membicarakan rencana konsol Xbox terbaru yang besar kemungkinan bakal mengadopsi fitur backward compatibility.

Menurutnya, Microsoft sedang "bergerak maju" pada perangkat keras generasi berikutnya, dan sedang berfokus menghadirkan lompatan teknologi terbesar yang pernah ada dalam satu generasi konsol. Bond tidak menjelaskan seperti apa lompatan teknologi yang dimaksud.

Baca juga: Game Lawas PS2 Ini Meluncur Lagi di Xbox Series X/S dan PC

Rencana Microsoft sendiri sebelumnya sudah bocor dalam dokumennya kepada Komisi Perdagangan Federal AS (FTC). Saat itu, Microsoft sedang berusaha mengakuisisi perusahaan game Activision Blizzard.

Menurut dokumen yang pertama kali dikirimkan pada Mei 2022 itu, Microsoft sedang menyiapkan konsol Xbox Series X versi terbaru dengan nama kode "Brooklin".

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com