Symantec: Windows XP Tamat? Tak Perlu Khawatir

Kompas.com - 18/02/2014, 17:24 WIB
Logo booting Windows XP MicrosoftLogo booting Windows XP
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Detik-detik "kematian" Windows XP semakin mendekat. Pada 8 April nanti, Microsoft akan mencabut dukungan teknis terhadap sistem operasi ini. Tak ada lagi update software dan patch untuk menambal celah keamanan. Ancaman serangan cyber pun mengintai.

Meski demikian, Symantec mengatakan bahwa pemilik komputer dengan sistem operasi uzur itu sebenarnya tak perlu khawatir. Mengapa? Rupanya Symantec memiliki lini produk yang masih bisa dipakai untuk melindungi PC Windows XP.

"Namanya, Symantec Critical System Protection,"ujar wakil presiden wilayah Asia Tenggara Symantec, Eric Hoh, dalam sebuah konferensi pers acara Symantec Symposium 2014 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Hoh menjelaskan bahwa Symantec Critical System Protection bisa dipakai untuk meningkatkan keamanan sistem oleh pengguna Windows XP yang oleh karena suatu sebab belum bisa beralih dari OS tersebut.

"Sebagian orang memang masih belum melakukan upgrade. Kita cenderung tak mau mengubah sesuatu yang masih berjalan dengan baik. Di samping itu, ongkos untuk melakukan upgrade bisa sangat besar," lanjut Hoh lagi.

Bagaimana dengan keamanannya? Hoh sesumbar bahwa hacker kelas dunia pun tak mampu membobol komputer yang dilindungi oleh produk buatan perusahaannya itu.

Dia menuturkan bahwa Symantec pernah menggelar tantangan di konferensi hacker internasional  Black Hat. Semua orang dipersilakan meretas sistem Windows yang tak ditambal patch apapun, tapi berada di bawah "payung" Critical System Protection. "Hasilnya, tak ada seorangpun yang berhasil," imbuh Hoh.

Begitu amannya Critical System Protection, Hoh menjelaskan bahwa bank-bank di Singapura mengandalkan produk ini sebagai sarana pertahanan melawan ancaman cyber.

Kendati demikian, Hoh tak menyebutkan berapa lama persisnya Critical System Protection untuk platform Windows XP akan didukung oleh Symantec. "Kami belum mengumumkan soal itu, tapi biasanya siklus produk ini lamanya lima tahun," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X