"Jatah Makan Siang" Diambil, Operator Seluler Harus Bagaimana?

Kompas.com - 05/03/2014, 12:44 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
EditorReza Wahyudi
Polemik apakah seharusnya pelaku layanan Internet Over The Top (OTT) membayar sejumlah biaya kepada penyedia jaringan internet, baik layanan kabel maupun nirkabel atau operator seluler, ternyata tidak cuma terjadi di Indonesia.

Facebook, Twitter, Google, iTunes, WhatsApp, Skype, dan sebagainya, merupakan contoh pelaku layanan OTT yang lalu-lalang di jaringan operator.

Di Amerika Serikat, penyedia layanan streaming video Netflix telah menyetujui pembayaran khusus untuk memperoleh trafik langsung dengan penyedia jaringan Internet kabel terbesar di sana, Comcast. Di Singapura, CEO SingTel baru saja membuat geger dengan usahanya memperoleh biaya dari layanan messaging populer WhatsApp (yang baru saja diakusisi Facebook) dan Skype.

Kehadiran OTT dari sudut pandang penyedia layanan Internet cenderung menjadi beban dan hambatan ketimbang keuntungan.

Pendapatan dari panggilan telepon berkurang, pendapatan dari pengiriman pesan singkat/SMS menjadi sangat berkurang, dan kualitas layanan data selalu dirasa kurang karena layanan-layanan yang haus data terus menggerogoti bandwidth.

Penyedia jaringan Internet malah terus “dipaksa” untuk memperbarui kualitas jaringannya, sampai kualitas LTE atau bahkan Gigabit Internet untuk mengakomodasi kebutuhan ini.

Intinya kehadiran layanan OTT telah mengambil “jatah makan siang” penyedia jaringan Internet, tanpa timbal balik yang setimpal. Apakah pendapatan dari langganan data sebanding dengan investasi yang telah dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak pihak yang selalu mengkaitkan net neutrality dalam hal ini, saya juga sesungguhnya setuju dengan prinsip net neutrality, di area abu-abu ini belum ada larangan bagi siapapun yang menginginkan layanannya mendapat prioritas dan insentif dengan kompensasi sejumlah biaya.

Bisa dibilang wilayah ini ada pasar freemium — gratis untuk semua, tapi jika ada yang mau membayar untuk kelebihan tertentu, ya boleh-boleh saja.

Penyedia layanan Internet memang harus kreatif beradaptasi di era serba cepat ini. Salah satunya adalah membuat layanan OTT-nya sendiri. Layanan VoIP Skype misalnya memperoleh pendapatan terbesar dari pembelian credit untuk penggunaan VoIP ke seluruh dunia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.