Kejahatan Cyber Bikin Rugi Rp 1,9 Triliun

Kompas.com - 13/06/2014, 09:43 WIB
Ilustrasi peretas. ShutterstockIlustrasi peretas.
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Kerugian bisnis akibat kejahatan siber (cyber) diprediksi mencapai 160 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,9 triliun per tahun, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS). Biaya ekonomi global untuk menangani kejahatan siber itu sendiri berkisar 445 miliar dollar AS atau Rp 5,2 triliun.

Penelitian yang disponsori oleh perusahaan peranti lunak keamanan McAfee ini juga mencatat, bahwa aksi kejahatan siber merusak perdagangan, daya saing, dan inovasi.

Di masa depan, kerugian akibat kejahatan ini diproyeksi mencapai 375 miliar hingga 575 miliar dollar AS.

"Kejahatan siber adalah beban atas inovasi dan memperlambat laju inovasi. Bagi negara-negara maju, kejahatan siber memiliki implikasi serius untuk pekerjaan," kata Jim Lewis, peneliti dari CSIS seperti dikutip dari Reuters.

Penelitian ini menemukan, negara dengan perekonomian besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Jerman, menanggung total kerugian 200 miliar dollar AS per tahun.

Sementara itu, kerugian yang diderita individu adalah bocornya informasi kartu kredit

Sebanyak 40 juta orang di Amerika Serikat, atau sekitar 15 persen dari populasi, mengalami kerugian lantaran informasi pribadinya dicuri oleh peretas. Di Tiongkok, ada sekitar 20 juta orang yang dicuri informasi kartu kreditnya, sementara di Jerman sekitar 16 juta orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X