Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Samsung Knox Lindungi TV Samsung dari Kejahatan Siber

Kompas.com - 06/05/2024, 16:08 WIB
Caroline Saskia,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Samsung kini menambah lapisan keamanan produk smart TV-nya dengan menanamkan fitur Samsung Knox.

Samsung Knox adalah kerangka kerja keamanan dan manajemen eksklusif yang telah diinstal sebelumnya pada sebagian besar perangkat Samsung. Teknologi ini diklaim dapat menjamin keamanan, kenyamanan pengguna, hingga dapat terhindar dari kejahatan siber.

Kehadiran Samsung Knox juga dianggap krusial karena smart TV sudah banyak yang terkoneksi jaringan internet. Yang mana, semakin mudahnya sebuah perangkat terkoneksi internet, potensi perangkat tersebut jadi incaran penjahat siber ikut tinggi.

Makanya, demi menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen, perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu menanamkan teknologi Samsung Knox ke jajaran televisinya. 

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Sinyal Smart TV yang Hilang Tiba-tiba

“Dengan mengintegrasikan solusi keamanan ini, konsumen tidak hanya menikmati pengalaman menonton dengan kualitas gambar tinggi, teknologi inovatif termasuk AI yang makin canggih, tetapi juga mengamankan privasi dan informasi pribadi pengguna dari incaran pelaku kejahatan sibet yang makin marak,” ungkap Head of Product AV Business Samsung Electronics Indonesia, Ubay Bayanudin.

Dalam keterangan yang diterima KompasTekno, Senin (6/5/2024), Samsung mengungkapkan tiga upaya dalam melindungi smart TV bikinannya lewat Samsung Knox. Upaya pertama adalah menghadirkan sistem operasi Tizen OS.

Sistem operasi yang dijalankan smart TV Samsung adalah Tizen OS. Dikarenakan sudah mengantongi sertifikasi Common Criteria (CC), Samsung mengklaim sistem operasi ini dapat mendeteksi potensi ancaman peretasan secara real-time, sehingga dapat mencegah pengguna terhindar dari target pelaku kejahatan (hackers).

Didesain khusus

Ilustrasi Samsung Knox yang dianalogikan sebagai sebuah brankasSamsung Newsroom Ilustrasi Samsung Knox yang dianalogikan sebagai sebuah brankas

Upaya kedua, yakni mendesain chip Knox secara khusus agar tidak dapat ditembus oleh serangan di luar sistem. Adapun fungsi software-nya juga dirancang tidak mudah dibobol atau “dirusak” saat melakukan perlindungan secara menyeluruh. 

Jadi, data penting, seperti kode PIN, kata sandi, informasi biometrik, dan aplikasi pembayaran sudah terenkripsi oleh sistem khusus Knox.

Baca juga: Bisnis Samsung Makin Moncer, Laba Meroket 900 Persen

Dalam kesempatan yang berbeda, Head of B2B Innovation Lab Samsung Research Indonesia Banu Afwan Pribadi sempat mengungkapkan bahwa cara kerja Samsung Knox dapat diibaratkan sebagai “brankas”, sedangkan HP, tablet, TV, diibaratkan sebagai rumah

Apabila sewaktu-waktu rumah kebakaran, alias mengalami peretasan, seluruh data akan tetap aman dan tersimpan di dalam brankas.

Dikatakan lebih aman karena lokasi “brankas” (Samsung Knox) yang menyimpan data penting bukan berada di dalam rumah, melainkan di luar rumah. Samsung Knox sepenuhnya terisolasi sehingga mampu mengantisipasi terjadinya kebocoran data. 

Namun, untuk menerima manfaat keamanan ini, pengguna dianjuran memiliki Samsung Account terlebih dulu.

Supaya ketika ada potensi kebocoran data di sistem keamanan TV Samsung, Knox bisa secara aktif membangun sistem pertahanan diri, memberi notifikasi, dan memperingatkan pengguan soal adanya aktivitas ilegal.

Baca juga: Deretan Teknologi yang Bakal Hadir di Smart TV Samsung Tahun Ini

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com