Kompas.com - 14/08/2014, 14:17 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat

Kriteria yang harus dimiliki Menkominfo
Bagi saya, syaratnya tiga hal saja:

Pertama, perlu memahami dinamika dan problematika TIK, baik di lingkup global, regional maupun nasional. Tidak harus mendetail ataupun terlalu teknis, tetapi setidaknya dia mau belajar untuk memahami ekosistem yang ada. Karena internet, sebagai salah satu bentuk TIK, telah mewujudkan apa yang disebut dengan borderless society (masyarakat tanpa batas negara) ataupun global village (perkampungan global), di mana informasi dan transaksi sudah lalu-lalang secara digital dalam hitungan detik dari satu ujung dunia ke ujung yang lain, maka tidak mungkin jika seorang Menkominfo adalah orang yang gemar menggunakan "kacamata kuda" ketika menyusun dan menjalankan kebijakannya.

Apa yang terjadi di global, dapat dan boleh memengaruhi kebijakan di nasional sepanjang sesuai dengan kesepakatan multi-stakeholder. Pun sebaliknya, apa yang menjadi kebijakan di nasional, bukan tidak mungkin dapat menjadi inspirasi dan membawa perubahan pada konteks regional maupun global.

Kedua, mampu berdialog secara terbuka. Ini konteksnya pada jawaban nomor satu di atas. Ketika konteks tata kelola internet (dan TIK) secara global sudah mengarah ke pendekatan multi-stakeholder, maka sosok Menkominfo ini haruslah yang mau dan mampu menjalankan fungsinya sebagai seorang fasilitator dan dinamisator.

Dia tidak menggunakan kacamata kuda dalam menyusun dan menjalankan kebijakannya, atau sekedar mendengar suara "ring-1"-nya, tetapi justru harus semakin membuka diri (dan kementeriannya) untuk pelibatan berbagai komponen masyarakat di Indonesia (bisnis, masyarakat sipil, akademisi, komunitas teknis).

Ketiga, mampu bertindak profesional. Ini kaitannya dengan bagaimana sebuah kebijakan lantas dijalankan sesuai prosedur yang ada, transparan prosesnya dan akuntabel implementasinya. Profesional ini tidak harus berarti dari luar ataupun dari dalam kementerian, bukan berarti PNS atau bukan.

Profesional ini lebih kepada cara mereka memandang suatu tantangan atau masalah, bagaimana mereka memikirkan dan merumuskan solusi untuk dikerjakan, dan bagaimana mereka lantas mengerjakan dan menuntaskan pekerjaan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siapa tokoh yang kira-kira bisa menjalankan amanat TIK di Indonesia?
Menurut saya, jika dalam konteks sebuah tim, yang bisa duduk di dalamnya adalah perwakilan dari multi-stakeholder.

Jika menterinya dari luar kementerian (sektor bisnis), maka tentu saja staf ahlinya adalah ada yang dari masyarakat sipil (CSO), dari bisnis, dari akademisi dan dari komunitas teknis. Demikian juga kalau menterinya dari sektor lain. Intinya, pemegang amanat TIK ini haruslah multi-stakeholder.

Kalau nama, bukan dalam konteks sebagai menteri, tetapi sebagai sebuah tim tadi, setidaknya yang saya relatif tahu karya dan kerja nyatanya, di antaranya: Onno W Purbo (Praktisi Internet), Semmy Pangerapan (Ketum APJII), Yanuar Nugroho (Direktur UKP4), Sylvia Sumarlin (Ketum FTII, mantan Ketum APJII), Budiono Darsono (Pendiri/CEO Detikcom), Shita Laksmi (Program Manager SEATTI, Pegiat Informasi), Ashwin Sasongko (LIPI, Detiknas, Mantan Dirjen Aptika Kemkominfo), Gatot Dewa Broto (Deputi Menegpora, mantan Kahumas Kominfo), Johar Alam (Chair OpenIXP), Betty Alisjahbana (Ketum AOSI, Mantan Presdir IBM Indonesia), Ambar Sari Dewi (Dosen UIN Jogja, Pegiat Informasi), Michael Sunggiardi (Praktisi Internet), Boni Pudjianto (Kasubdit Pemberdayaan Informatika, Kemkominfo), Maryam F Barata (Sesditjen Aptika, Kemkominfo), Djoko Agung H (Staf Ahli Sosial Budaya, Kemkominfo), Eko Indrajit (Ketum APTIIKOM, Staf Ahli Kemenpora). Heru Nugroho (Staf Ahli Kemenpora, mantan Ketum APJII), Budi Rahardjo (Dosen ITB, ID-CERT). Masih ada sejumlah nama lainnya, tapi terlalu panjang jika disebutkan satu per satu.

Baca juga:
Ini Dia, Menkominfo Ideal Menurut Penyedia Data CenterDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.