Kompas.com - 15/10/2014, 16:02 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Kemunculan gadget masa kini yang dipelopori Apple telah memicu perubahan besar di beberapa industri, termasuk yang berada di luar bidang teknologi.

Saking besarnya perubahan yang dibawa, Perdana Menteri Finlandia Alexander Stubb sampai menyalahkan Apple atas penurunan ekonomi yang belakangan terjadi di negerinya.

"Kami punya dua jawara yang tumbang (gara-gara Apple)," kata Stubb dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang dikutip KompasTekno, Rabu (15/10/2014).

Jawara yang dimaksud Stubb tak lain adalah Nokia, pabrikan ponsel legendaris asal Finlandia. Namun, menurut Stubb, bukan cuma Nokia yang menjadi "korban" Apple.

"(Jawara yang tumbang) lainnya berhubungan dengan industri kehutanan dan kertas," lanjut Stubb. "Saya kira bisa dibilang bahwa iPhone membunuh Nokia, dan iPad membunuh industri kertas Finlandia."

Nokia sempat menjadi pabrikan terbesar di dunia untuk ponsel, selama lebih dari satu dekade. Belakangan, perusahaan ini kalah bersaing melawan gelombang smartphone modern yang diawali oleh iPhone dan "pemain baru" lain, seperti Samsung, hingga kemudian terpaksa menjual divisi ponselnya ke Microsoft.

Mengenai industri kertas, Institut Riset Kehutanan Finlandia mencatat bahwa sektor ini mengalami penurunan kinerja selama beberapa tahun terakhir. Penurunan disinyalir terjadi karena semakin banyaknya perangkat elektronik macam tablet yang menggeser popularitas kertas sebagai medium cetak.

Industri kertas memang merupakan salah satu pilar penopang ekonomi Finlandia. Negeri ini merupakan basis produksi dua pabrikan kertas terbesar di Eropa, UPM-Kymmene dan Stora Enso.

Akibat penurunan ekonomi itu, lembaga peringkat Standard & Poor pada akhir minggu lalu menurunkan peringkat utang Finlandia dari AAA menjadi AA+.

Meski demikian, Stubb yakin bahwa negerinya bisa bangkit kembali. Dia mengatakan bahwa Nokia akan menuai sukses dengan fokus barunya di bidang jaringan, sementara industri kehutanan akan mengusung bio-energi dan hal-hal lain.

"Saat menghadapi masa suram, biasanya banyak inovasi yang akan muncul," kata Stubb.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.