Kompas.com - 26/12/2014, 12:49 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - CEO Uber, Travis Kalanick kini menjadi orang yang diburu oleh pihak berwajib di Korea Selatan. Kalanick dituduh telah menggelar layanan taksi ilegal di negara tersebut dan menghadapi tuntutan penjara dua tahun atau denda 18.000 dollar AS (sekitar Rp 224 juta).

Dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (26/12/2014), Kalanick beserta Uber Korea dan rekanan rental mobil lokal mereka, MK Korea dituntut oleh Kantor Kejaksaan Seoul Central District karena melanggar Undang-undang transportasi.

Menurut sumber dalam Kejaksaan yang tidak mau disebut namanya kepada Bloomberg, Uber dinilai bersalah karena melanggar izin rental mobil dan mengoperasikannya sebagai layanan taksi.

Uber Korea sendiri menanggapi hal tersebut dengan mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan memberikan kerja sama secara penuh dan percaya bahwa pengadilan di Korea Selatan bisa memberikan penilaian yang adil dan masuk akal.

Uber adalah perusahaan rintisan yang berbasis di San Francisco, AS. Perusahaan tersebut menyediakan jasa layanan taksi yang bisa dipesan melalui aplikasi mobile. Uber kini sudah beroperasi di berbagai negara, termasuk di Indonesia di kota Jakarta pada Agustus 2014.

Di Indonesia sendiri Uber juga sempat mendapat resistensi baik dari pengusaha taksi, Dinas Perhubungan DKI, maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa layanan Uber itu layaknya rental mobil atau malahan taksi gelap di Ibu Kota.

Hingga kini, Uber masih tetap beroperasi di Jakarta dengan mengklaim pihaknya menyediakan jasa sewa mobil, bukan layanan taksi.

Saat ini, Uber menjadi salah satu perusahaan teknologi dengan valuasi yang tinggi setelah mendapatkan sunikan dana sekitar 40 miliar dollar AS pada akhir tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.