Microsoft Ajak Semua Belajar "Coding"

Kompas.com - 19/03/2015, 10:00 WIB
(Kiri-kanan) Musisi Dwika Putra, Co-founder Coding (Indonesia), Wahyudi, dan desainer Ayu Dyah Andari di kampanye WeSpeakCode yang dibuat Microsoft Indonesia. Reska K. Nistanto/Kompas.com(Kiri-kanan) Musisi Dwika Putra, Co-founder Coding (Indonesia), Wahyudi, dan desainer Ayu Dyah Andari di kampanye WeSpeakCode yang dibuat Microsoft Indonesia.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Microsoft Indonesia membuat kampanye #WeSpeakCode untuk mengajak semua lapisan masyarakat belajar membuat aplikasi menggunakan bahasa pemrograman (coding). Kampanye kali ini menjadi tahun yang kedua bagi Microsoft.

"Kami sudah mensosialisasikan manfaat coding ini sejak tahun 2014 melalui website code.org, agar semua masyarakat bisa mempelajari ilmu komputer," demikian ujar Esther Sianipar, Community Affairs Manager Microsoft Indonesia dalam sambutannya di acara jumpa media di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Melalui kampanye #WeSpeakCode tersebut, Microsoft juga ingin menunjukkan bahwa coding tidak eksklusif hanya digunakan oleh programer komputer, melainkan juga semua orang dengan berbagai profesi, termasuk musisi dan desainer baju.

"Coding itu bisa membantu teman-teman yang bergerak di bidang industri kreatif," demikian ujar Esther.

Untuk membuktikannya, Microsoft telah menggandeng seorang musisi dan desainer yang keduanya diminta untuk membuat karya dengan memanfaatkan coding. Musisi Dwika Putra misalnya, ia membuat aplikasi Songflake yang merupakan visualisasi dari musik.

"Setiap orang main musik pasti pasti berbeda permainannya, itu adalah signature, nah konsep inilah yang menjadi Snowflake, tidak ada bentuk musik yang sama," ujar Dwika.

Sementara desainer Ayu Dyah Andari membuat aplikasi Technoethnic, aplikasi yang dibuat untuk menampilkan bermacam pola langsung di atas gaun, dengan bantuan proyektor.

"Konsumen bisa meminta desain pola dan diterapkan langsung di busana yang mereka pilih," ujar Ayu.

Proses pemrograman untuk kedua aplikasi tersebut di atas diklaim oleh Microsoft hanya dibuat dalam 15 jam.

"Walau hanya dikerjakan 15 jam, namun ternyata mereka berhasil menciptakan karya coding yang menjadi nilai tambah atau ciri khas mereka masing-masing," dmeikian ujar Esther.

Dalam kampanye #WeSpeakCode ini, Microsoft Indonesia menggandeng organisasi non-profit Coding (Indonesia) yang didirikan oleh Wahyudi dan Kurie Suditomo. Lembaga tersebut juga memiliki misi yang sama, yaitu memperkenalkan coding ke semua orang dan sedini mungkin.

"Coding (Indonesia) senang bisa berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia untuk mengkampanyekan bahwa coding juga bisa dilakukan oleh siapa pun," ujar Wahyudi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X