Kompas.com - 20/03/2015, 19:44 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Gencarnya para vendor perangkat teknologi dalam menelurkan smartwatch memang tak terelakkan. Pasalnya, jam pintar memang digadang-gadang bakal jadi kebutuhan manusia pada masa depan setelah era smartphone.

Google lebih dulu menelurkan produk jam pintar ketimbang kompetitor utamanya, Apple. Sejak tahun lalu, produk-produk Android Wear sudah tersemat di pergelangan tangan para penggiat teknologi. Apple sendiri baru meluncurkan Apple Watch pada awal Maret ini.

Menanggapi keterlambatannya memasuki ranah smartwatch, Apple tak ambil pusing. Bahkan, dengan harga yang lebih rendah dari yang ditawarkan Android Wear, Apple juga tak khawatir kalah saing. Pasalnya, CEO Apple Tim Cook mengklaim vendor-vendor pembuat Android Wear kurang matang dalam mempersiapkan produk.

"Kita bekerja pada layar kecil untuk smartwatch. Ini jauh berbeda dengan ponsel, tablet, atau laptop. Oleh karena itu, fitur-fiturnya harus benar-benar sesuai," kata Cook, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Jumat (20/3/2015).

Yang kebanyakan diterapkan para vendor lain, kata Cook, adalah penggodokan smartwatch yang sama dengan smartphone.

"Mereka masih menggunakan fitur pinch-to-zoom dan gestur lainnya yang kami terapkan di iPhone," Cook menjelaskan.

Secara spesifik, menurut Cook, Android Wear memiliki kelemahan lain, yakni keruwetan karena perakit komponennya berbeda-beda. "Satu perusahaan membuat software, perusahaan lain membuat hardware, ini yang menyebabkan gesekan," katanya.

Cook mencontohkan kasus yang terjadi pada Huawei. Beberapa saat lalu, Huawei memprotes Android karena sinkronisasi dengan produk arloji pintarnya tak cukup cocok.

Tak puas dengan Android Wear, kabarnya Samsung, Asus, HTC, LG, dan vendor lainnya bakal membuat smartwatch dengan operasi sistem sendiri ke depannya.

Cook kembali mengenang omongan Steve Jobs. Katanya, Jobs telah memprediksi dari awal bahwa untuk menciptakan perangkat teknologi yang kuat, suatu perusahaan harus menggodok semua komponen penyusunnya sendiri.

"Banyak orang yang sudah sadar dengan kebenaran logika Jobs. Kesatuan komponen yang kami tawarkan bakal memberikan pengalaman pemakaian perangkat yang lebih bermakna," pungkasnya.

Saat ini, masih terlalu dini untuk membuktikan apakah Watch bakal mendominasi pasar smartwatch. Ada banyak pengamat teknologi yang optimistis dengan masa depan Watch, tetapi tak kurang pula yang skeptis dengan produk jam pintar mahal tersebut. Kita lihat saja nanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.