Menkominfo Janji Naskah Regulasi TKDN Keluar Akhir April

Kompas.com - 06/04/2015, 18:03 WIB
Menkominfo di Kabinet Kerja, Rudiantara Reska K. Nistanto/KompasTeknoMenkominfo di Kabinet Kerja, Rudiantara
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Regulasi mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN) untuk perangkat gengggam berteknologi 4G akan segera menemukan titik terang. Rencananya, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ( Menkominfo) Rudiantara mengumumkan draft regulasi tersebut pada akhir bulan ini.

"Akhir April ini saya keluarkan soal TKDN. Baru draft-nya ya untuk konsultasi publik. Di sana nanti sudah ada poin-poinnya," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenkominfo, Senin (6/4/2015).

Namun pria yang biasa, disapa Chief RA ini enggan menjelaskan lebih detil mengenai poin-poin yang dimaksud.

"Tunggu nanti saja. Sekarang kan masih perlu bicara dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Polytron dan lain-lain," pungkas Rudiantara.

Dalam kesempatan berbeda, dia mengatakan harapannya untuk meningkatkan TKDN perangkat genggam 4G menjadi 40 persen. TKDN tersebut akan diberlakukan pada 1 Januari 2017 mendatang.

Pemerintah masih perlu mengukur apakah besaran 40 persen yang diharapkan itu cocok untuk diterapkan. Terutama dengan melihat kemampuan produsen dalam negeri untuk memenuhi TKDN itu.

Kadar kandungan lokal yang dimakud, menurut Rudiantara, tak cuma soal penggunaan piranti keras dari dalam negeri saja. Produsen nantinya boleh menghitung biaya yang dibayarkan untuk royalti hak kekayaan intelektual, misalnya desain atau piranti lunak, sebagai bagian dari persentase itu. Dengan catatan, kekayaan intelektual tersebut milik lokal.

Polytron, salah satu produsen dalam negeri yang sudah merakit ponsel 4G di Indonesia, mengatakan pada Reuters bahwa saat ini mereka sudah bisa mencapai TKDN 35 persen.

Sementara itu sejumlah produsen lain dari luar negeri mengatakan akan melihat dulu bagaimana aturan tersebut nanti terwujud. Lenovo misalnya, dalam kesempatan berbeda sempat mengatakan sedang melirik kerjasama untuk melakukam perakitan lokal demi memenuhi aturan TKDN.

Dalam kesempatan yang lain lagi, Asus mengungkap bahwa mereka akan memproduksi ponsel Zenfone 2 di Batam. Perusahaan asal Taiwan ini menggandeng PT Sat Nusapersada sebagai rekan manufakturnya di Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X