Kompas.com - 13/04/2015, 07:12 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Jumat (10/4/2015), Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge mulai dipasarkan di 20 negara. Duet seri Galaxy S teranyar tersebut digadang-gadang bakal menyaingi pamor iPhone 6 dan 6 Plus.

Untuk pasar Indonesia, pemesanan awal produk S6 Edge didahulukan pada 13 April mendatang. Menyusul pemesanan untuk S6 yang hingga kini belum bisa dipastikan tanggalnya.

Walau berharap meraup angka penjualan fantastis, Samsung mengaku membatasi jumlah produk S6 Edge. Musababnya, layar lengkung yang diusung S6 Edge sulit dalam proses produksinya. Ini berimbas pada lemahnya daya produksi perusahaan atas perangkat tersebut.

CEO Samsung Mobile JK Shin membeberkan hal tersebut sehari sebelum tanggal perilisan. "Kami bekerja keras untuk memperbaiki kesulitan pasokan," kata Shin sebagaimana dilaporkan AndoidAuthority dan dikutip KompasTekno, Jumat (10/4/2015).

Namun, Shin menegaskan bahwa pembatasan jumlah perangkat S6 Edge hanya berlaku sementara. Untuk informasi lebih detil berkenaan dengan masalah kesulitan yang dimaksud, Shin enggan berkomentar.

Disinyalir, kaca pelindung pada layar lengkung S6 Edge menjadi 'biang kerok' masalah internal tim produksi. Proses fabrikasi yang panjang ditambah pembiayaan yang tak murah menjadi tantangan sendiri dalam proses produksi.

Samsung juga belum membeberkan berapa jumlah pasti S6 Edge yang bakal dipasarkan. Terkait perbandingan jumlah produksi S6 dan S6 Edge juga belum bisa terjawab.

Yang pasti, duet S6 dan S6 Edge diharapkan mampu membawa kembali kejayaan Samsung setelah "ternodai" oleh S5. Shin optimis perangkat andalah Samsung teranyar mampu mengalahkan penjualan S5 dan S4.

"Kami harap akan jauh lebih tinggi (penjualannya) dibanding S5 dan pendahulunya," katanya.

Seperti diketahui, S6 dan S6 Edge mengemban filosofi "back to basic" atau "kembali ke awal". Shin mendefinisikan filosofi tersebut sebagai perwujudan inovasi yang apa adanya.

"Kami berusaha membuat perangkat sehari-hari berfungsi bagi pengguna dan bisa dibawa ke mana-mana. Kami menciptakan apa yang paling dibutuhkan pengguna ketimbang fokus pada kompetitor. Kami percaya pada inovasi yang tulus," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.