CEO Acer: Kami Akan Jadi "The Last Man Standing"

Kompas.com - 24/04/2015, 19:32 WIB
Jason Chen, CEO Acer, dalam ajang Next@Acer 2015 di gedung 4 World Trade Center, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2015). Deliusno/KompasTeknoJason Chen, CEO Acer, dalam ajang Next@Acer 2015 di gedung 4 World Trade Center, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2015).
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
NEW YORK, KOMPAS.com - Meski industri PC dinilai terus mengalami penurunan, Acer masih sangat optimis bermain di industri tersebut.

Bahkan, perusahaan asal Taiwan tersebut mengklaim bahwa mereka akan terus bermain di industri ini, meski perusahaan lain sudah memutuskan untuk menyerah.

Pernyataan tersebut dibuat langsung oleh Jason Chen, CEO Acer, dalam ajang Next@Acer 2015 di gedung 4 World Trade Center, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2015).

Menurutnya, saat ini sudah banyak pemain besar yang mulai meninggalkan industri PC. Sebut saja, Sony.

Sekadar informasi, tahun 2014 lalu, perusahaan asal Jepang tersebut sudah menjual divisi PC-nya, Vaio, kepada venture asal Negeri Sakura, Japan Industrial Partner.

Memang pada kenyataannya, saat ini masih ada lima perusahaan PC raksasa, termasuk Acer, yang terus bertarung di industri PC ini. Chen sendiri menilai, kelima perusahaan tersebut merupakan survivor.

Akan tetapi, jika suatu saat perusahaan yang dikategorikan sebagai survivor tersebut "rontok" karena tidak mampu lagi bertahan, Acer dikatakannya masih akan terus berjuang di industri tersebut.

"Kami akan menjadi the last man standing (yang paling terakhir bertahan). Saya akan terus memegang janji ini," kata Chen di hadapan wartawan, termasuk jurnalis KompasTekno Deliusno.

Industri PC tidak menurun

Dengan semakin mendominasinya produk tablet dan smartphone, sebagian besar pihak menilai industri PC terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Anggapan perihal penurunan industri itu banyak disanggah oleh Acer dalam acara ini. Menurut pihak Acer, industri PC memang dalam keadaan yang lesu, akan tetapi tidak berarti mengalami penurunan.

"Industri PC sebenarnya dalam keadaan flat atau datar-datar saja," kata Tiffany Huang, President, Corporate Business Planning and Operations, Acer.

Acer sendiri dikatakannya masih memiliki kesempatan yang besar untuk menggarap pasar PC dunia. Pasalnya, di tahun ini saja, ratusan juta penduduk dunia masih membutuhkan perangkat PC.

"Di tahun 2015 ini saja, kebutuhan PC dunia diprediksi mencapai 200 juta unit," pungkas Tiffany.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X