Awas Gangguan, Simak Jadwal Penataan 4G Tahap Dua

Kompas.com - 07/05/2015, 13:28 WIB
Oik Yusuf/KompasTekno Beberapa handset yang mendukung 4G LTE dipamerkan dalam acara ulang tahun Indosat, Kamis (20/11/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com - Penataan frekuensi 1.800 MHz sebagai persiapan penerapan 4G tahap dua sudah dimulai. Pada saat penataan, pengguna layanan telekomunikasi dari Indosat, Telkomsel, XL Axiata dan Hutchinson 3 Indonesia mungkin saja merasakan penurunan pada kualitas jaringan masing-masing.

Penurunan kualitas tersebut berpotensi dirasakan saat pengguna mengakses layanan telepon, pesan singkat (SMS) atau layanan data (EDGE, GPRS, 3G dan HSPA). Namun dengan catatan, meski kualitas turun, pengguna tetap bisa menggunakan ponselnya untuk berkomunikasi.

"Pada saat penataan itu kapasitas jaringan menjadi berkurang, jadi tidak akan mampu menangani trafik yang besar. Tapi masih bisa dilakukan komunikasi. Hanya saja memang kapasitas jaringannya 30 persen dari normal," ujar anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Mohammad Ridwan Effendi saat dihubungi KompasTekno, Kamis (7/5/2015).

Pemerintah dan para operator sendiri telah sepakat melakukan penataan mulai dari pukul 00.00 hingga 03.00 dini hari waktu setempat.

Pemilihan waktu tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak yang dirasakan langsung oleh pengguna. Terutama karena umumnya jumlah orang yang berkomunikasi di tengah malam hingga dini hari cenderung sedikit.

Ridwan juga menyarankan agar pengguna menghindari transaksi via internet atau SMS pada waktu dilakukannya penataan. Alasannya karena kapasitas jaringan berkurang, maka potensi kegagalan transaksi pun meningkat.

"Ya memang karena kapasitas jaringan berkurang, ada risiko kegagalan transaksi. Sebaiknya jam-jam segitu tidak melakukan transaksi," pesannya.

Agar pengguna dapat mengetahui daerah mana saja dan kapan mendapatkan jatah penataan frekuensi 1.800 MHz, simak daftar penataan yang Kompas Tekno terima dari Ridwan.

Jadwal Area
4 Mei - 11 Mei Maluku
4 Mei - 11 Mei Maluku Utara
12 Mei - 20 Mei Papua
12 Mei - 20 Mei Papua Barat
20 Mei - 27 Mei Kalimantan Timur
20 Mei - 27 Mei Kalimantan Utara
27 Mei - 8 Juni Kalimantan Selatan
27 Mei - 8 Juni Kalimantan Tengah
10 Juni - 17 Juni Sulawesi Tenggara
10 Juni - 17 Juni Sulawesi Selatan
10 Juni - 17 Juni Sulawesi Barat
22 Juni - 29 Juni Aceh
22 Juni - 29 Juni Kepulauan Riau
22 Juni - 29 Juni Nusa Tenggara Barat
22 Juni - 29 Juni Nusa Tenggara Timur
3 Agustus - 10 Agustus Riau
3 Agustus - 10 Agustus Tapanuli
12 Agustus - 20 Agustus Medan
12 Agustus - 20 Agustus Sumatera Barat
24 Agustus - 31 Agustus Lampung
24 Agustus - 31 Agustus Bangka Belitung
31 Agustus - 7 September Bengkulu
31 Agustus - 7 September Jambi
7 September - 14 September Sumatera Selatan
7 September - 14 September Sulawesi Utara
14 September - 21 September Bali
14 September - 21 September Surabaya
28 September - 5 Oktober Gorontalo
28 September - 5 Oktober Sulawesi Tengah
28 September - 5 Oktober Malang
28 September - 5 Oktober Madiun
7 Oktober - 15 Oktober Tegal
7 Oktober - 15 Oktober Yogyakarta
19 Oktober - 26 Oktober Semarang
19 Oktober - 26 Oktober Cirebon
19 Oktober - 26 Oktober Kalimantan Barat
28 Oktober - 4 November Bandung
28 Oktober - 4 November Purwakarta
9 November - 14 November Sukabumi
9 November - 14 November Bodetabek
18 November - 23 November Jakarta

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Rudiantara mengatakan penataan 4G tahap dua ini akan dilakukan dengan metode step-wise.

Step-wise berarti migrasi frekuensi dilakukan secara bergantian. Misalnya, operator A memindahkan frekuensi ke operator B dan sebaliknya hingga tercapai tujuan migrasi.

Pada saat penataan pun akan diukur tingkat keberhasilan serta kegagalannya. Ketika perpindahan dilakukan dan terjadi kegagalan, maka proses migrasi akan dihentikan dan dikembalikan dulu ke kondisi sebelumnya (fall back).

Setelah frekuensi 1.800 MHz selesai ditata dan diterapkan 4G, sasaran selanjutnya adalah implementasi di 2.100 MHz dan 2.300 MHz. Selain itu, Menkominfo juga berniat membebaskan frekuensi 700 MHz yang saat ini digunakan oleh TV analog.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorWicak Hidayat

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X