Drama Cinta Segitiga di Balik Perceraian Pendiri Google

Kompas.com - 26/06/2015, 15:06 WIB
Manager marketing Google Glass Amanda Rosenberg (baju kuning) menghadiri New York's Fashion Week bersama co-founder Google Sergey Brin (baju putih) Vanity FairManager marketing Google Glass Amanda Rosenberg (baju kuning) menghadiri New York's Fashion Week bersama co-founder Google Sergey Brin (baju putih)
|
EditorReza Wahyudi

Keceriaan Rosenberg menarik perhatian Brin

Amanda Rosenberg, perempuan Inggris keturunan Tiongkok-Yahudi yang masih muda (27 tahun) dan punya karir gemilang. Ia adalah matahari untuk tim pemasaran Google. 

Ia dipercaya sebagai kepala proyek pemasaran untuk lini bisnis Glass. Beberapa sumber dalam menyebut Rosenberg sebagai primadona di Google.

Tak hanya di divisi pemasaran, ia menjadi pembicaraan di seantero Google karena pembawaannya yang ceria, karakternya yang lucu, dan kecerdasan yang ia pancarkan.

Gadis ini juga aktif di media sosial. Ia kerap menunjukkan emosinya melalui ranah maya. Di akun Tumblr-nya, Rosenberg pernah curhat terkait depresi yang ia alami atas gunjingan dari berbagai pihak.

"Kau bisa saja terlihat bahagia di luar. Tersenyum, ngobrol dengan banyak orang di pesta, atau mengatakan hal-hal sederhana yang mengundang tawa. Tapi, kau dan orang-orang di sekitarmu tak sadar sedalam apa depresi yang kau alami," begitu curahan hati Rosenberg lewat Tumblr.

Sang mantan kekasih merespon artikel Rosenberg dengan mengunggah ulang artikel tersebut ke akun media sosial pribadinya. Untuk tindakan itu, Barra menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Gelagatnya menunjukkan bahwa Barra masih memperhatikan Rosenberg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rosenberg dan Wojcicki adalah dua karakter berbeda dengan daya pikatnya masing-masing. Wojcicki yang elegan, dewasa, keibuan, dan tenang. Sementara Rosenberg lebih ceria, muda, dan penuh semangat.

Brin terpikat oleh kedua karakter itu. Ia nyaman dengan kelembutan Wojcicki tapi tak kuasa menolak pesona Rosenberg.

Sahabat karib Brin mengatakan, perselingkuhan antara bos dan karyawati di perusahaan teknologi bukanlah hal baru.

Di Google, romansa antar-bos dan bawahan sudah menjadi hal lazim. CEO Google Eric Schmidt pun kerap tampil bergonta-ganti pasangan. Rata-rata gandengannya diketahui adalah karyawati Google.

"Industri teknologi adalah ranah para lelaki. Kebanyakan petingginya sudah beristri dan memiliki kekuasaan. Lalu datang karyawati-karyawati muda, menarik dan cerdas. Di sinilah muncul saling ketertarikan,'' kata sahabat karib Brin.

Selanjutnya: Kehidupan baru Wojcicki, Brin, Barra, dan Rosenberg

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X