Begini Cara Kerja Kipas Angin Tanpa Baling-baling

Kompas.com - 07/12/2015, 12:26 WIB
Dyson Cool, kipas angin tanpa bilah kipas buatan pabrikan home apliance Inggris, Dyson. DysonDyson Cool, kipas angin tanpa bilah kipas buatan pabrikan home apliance Inggris, Dyson.
|
EditorOik Yusuf
SINGAPURA, KOMPAS.com - Para insinyur di perusahaan home technology asal Inggris, Dyson menciptakan kipas angin Dyson Cool untuk mengatasi masalah klasik kipas angin konvensional, yaitu kekuatan hembusan angin dan suara bising.

Kipas angin yang berputar pelan memang tidak bising, namun kekuatan angin yang dihasilkan lemah. Di sisi lain, kipas yang berputar kencang menghasilkan aliran udara yang kuat namun seringkali menimbulkan suara bising.

Dyson mendesain kipas anginnya tanpa bilah kipas, berbentuk lingkaran dan mendesain ulang aliran udara dan memperkuatnya dengan teknologi air multiplier. Lalu darimana udara mengalir?

"Rahasianya ada di kaki kipas angin, terdapat rongga yang di dalamnya bersemayam mesin penghisap yang senyap, udara yang dihisap kemudian didistribusikan ke saluran melingkar di atasnya, terang Jia Min Tan, Dyson Acoustic and Vibration Analysis Engineer kepada KompasTekno saat dijumpai di kantor Dyson di Singapura, Jumat (4/12/2015).

Dijelaskan Jia Min, lingkaran tersebut memiliki sedikit celah tempat udara bertekanan itu mengalir.

"Prinsipnya mengikuti hukum fisika Bernoulli, karena tekanan udara yang dihasilkan di sekeliling lingkaran lebih tinggi dibanding udara yang bergerak, maka udara bertekanan rendah di belakang kipas akan tersedot ke dalam lingkaran, dan didorong ke depan, dengan dmeikian udara yang dihembuskan lebih kuat," terang Jia Min.

Teknologi di baliknya adalah motor penghisap udara buatan Dyson yang walau ukurannya kecil, namun bisa menghisap udara dengan kuat. Rotasi kipasnya mencapai 110.000 rotasi per menit (RPM), lebih kencang dari putaran mesin balap F1 (15.000 RPM).

Menghasilkan aliran udara yang lebih kuat sudah, lalu bagaimana cara Dyson mengeliminir suara bising? Dyson menggandeng insinyur akustik, Jean-Baptiste Blanc untuk menghilangkannya.

Dengan mengadopsi teknologi rongga Helmholtz (Helmholtz Cavity), aliran udara yang dihasilkan kipas akan diperangkap di suatu rongga terlebih dahulu untuk mengubah amplitudo, sehingga gelombang suara yang dihasilkan lebih selaras tanpa turbulensi.

Demikianlah cara Dyson membuat kipas angin tanpa bilah yang mengalirkan udara lebih kencang namun dengan suara bising yang sedikit.

Kipas angin tanpa bilah ini mulai dipasarkan di Indonesia pada kuartal pertama 2016 mendatang, saat Dyson membuka Concept Store di Jakarta.

Namun jika tidak sabar menunggu Concept Store tersebut dibuka, kipas angin ini bisa dijumpai di gerai-gerai elektronik modern.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X