"Steve Jobs" Mengingatkan, Apple Ada karena Imigran Suriah

Kompas.com - 18/12/2015, 15:39 WIB
Jobs terihat sebagai salah dari pengungsi Suriah dengan dua tentengan di tasnya. BanksyJobs terihat sebagai salah dari pengungsi Suriah dengan dua tentengan di tasnya.
|
EditorOik Yusuf
KOMPAS.com - Sebuah mural berwujud sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple, terlihat menempel di dinding kamp pengungsian Calais, Perancis. Penciptanya, Banksy, membuat lukisan itu untuk membangkitkan kepedulian terhadap krisis pengungsi Suriah.

Banksy selama ini dikenal sebagai pelukis jalanan anonim dan kerap melontarkan kritik-kritik sosial melalui karyanya. Media lukisnya, seperti yang dilakukan pada tema Steve Jobs ini, adalah dinding-dinding di berbagai kawasan perkotaan.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari TheVerge, Kamis (17/12/2015), Banksy menggambarkan Steve Jobs menjinjing sebuah komputer Mac generasi pertama sambil memanggul sebuah karung.

Mural itu kemudian difoto, diunggah ke situs Banksy dengan caption "the son of a migrant from Syria" atau bisa diartikan sebagai "anak seorang imigran dari Suriah". Foto yang diunggah itu kemudian mendapatkan berbagai tanggapan dan ramai di media sosial seperti Twitter.

Sekadar diketahui, Jobs memang memiliki ayah biologis bernama Abdul Fattah Jandali yang berasal dari Suriah. Jandali mengungsi ke Amerika Serikat pada 1950-an, seiring pergolakan politik yang terjadi di negara asalnya.

Di Negara Paman Sam itulah Jandali bertemu dan berhubungan dengan Joanne Carol Schieble hingga wanita itu hamil. Saat itu, mereka tidak menikah karena tidak diizinkan oleh orang tua Schieble.

Akhirnya, anak dalam kandungannya diserahkan ke sebuah yayasan agar diadopsi oleh orang lain. Di sanalah bayi ini bertemu dengan pasangan Paul dan Clara Jobs yang mengadopsinya serta memberi nama Steve Jobs.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paul yang memiliki bakat dan hobi mekanik menurunkannya pada Jobs. Kemampuan tersebut serta persahabatannya dengan Steve Wozniak kemudian memicu berdirinya perusahaan Apple Computer.

Sekarang, Apple telah menjelma jadi raksasa korporasi paling menguntungkan di dunia. Pembayaran pajaknya saja mencapai 7 miliar dollar AS per tahun.

Kalau bukan karena putra seorang imigran Suriah yang mendarat di AS bertahun-tahun lalu, mungkin dunia tak akan pernah mengenal perusahaan berlambang buah apel tergigit ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.