Kompas.com - 16/01/2016, 08:05 WIB
Bendera ISIS di rumah Firman warga Depok. TribunnewsBendera ISIS di rumah Firman warga Depok.
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ternyata mengembangkan aplikasi Android sendiri khusus untuk berkomunikasi dengan sesama anggotanya, serta aplikasi propaganda.

Aplikasi tersebut bernama Alrawi dan Amaq Agency. Aplikasi ini ditemukan pada 2015 lalu oleh sebuah jaringan anti-terorisme independen Ghost Security Group.

Alrawi bukan sekadar alat berkirim pesan belaka. Di dalam kode-kode pemrogramannya terselip teknologi enkripsi yang mengamankan berbagai percakapan di dalamnya.

"Enkripsinya tidak sebagus buatan perusahaan yang memiliki pusat riset dan pengembangan. Namun, eksistensinya membuktikan bahwa mereka berusaha mengamankan saluran komunikasinya," ujar juru bicara Ghost Security Group.

Sementara itu, Amaq Agency merupakan aplikasi dengan tujuan berbeda. Kelompok teror itu menggunakannya sebagai medium propaganda, bukan komunikasi.

Newsweek Aplikasi Amaq Agency yang dipakai ISIS untuk penyebaran propaganda
Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Newsweek, Jumat (15/1/2016), aplikasi tersebut tak bisa diperoleh langsung melalui Google App Store, tetapi harus diunduh menggunakan kode tertentu agar bisa dipakai di ponsel atau tablet Android.

Ghost Security Group yakin bahwa pada masa yang akan datang, ISIS akan membuat lebih banyak aplikasi.

Kelompok teror itu pun diperkirakan sedang merekrut banyak hacker untuk membantu mereka dalam perang cyber.

Selain aplikasi dan persiapan merekrut hacker, ISIS juga telah lama memanfaatkan media sosial sebagai alat penyebar propaganda.

Mereka pernah memakai Facebook dan Twitter. Namun, sejak kedua media sosial itu menolak serta membersihkan diri dari berbagai akun yang terlibat ISIS, maka mereka beralih ke Telegram.

Sementara itu, Telegram merasa tak nyaman dengan kenyataan tersebut. Mereka kemudian berusaha memblokir akun-akun yang terkait dengan ISIS. Total ada 78 akun dalam sekitar 12 bahasa.

Sementara itu, diketahui, masih ada beberapa akun yang bisa diakses. Beberapa di antaranya memiliki lebih dari 2.000 follower.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.