Google Uji Coba Drone Penyebar Internet 5G

Kompas.com - 30/01/2016, 17:31 WIB
Drone Solara 50 dari Titan Aerospace Titan AerospaceDrone Solara 50 dari Titan Aerospace
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto
KOMPAS.com - Google dilaporkan sedang menguji coba pesawat tanpa awak (drone) bertenaga matahari di Spaceport America, perusahaan luar angkasa yang pernah dimiliki Virgin Galactic, yang terletak di daerah New Mexico, AS.

Diberi nama proyek SkyBender, raksasa internet itu sedang berupaya mencari cara untuk menghantarkan internet super cepat 5G dari udara.

Diuji di dekat kota bernama Truth or Consequences, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Next Web, Sabtu (30/1/2016), proyek SkyBender memanfaatkan teknologi transmisi gelombang radio yang disebut milimeter pada drone tersebut.

Teknologi milimeter selama ini dikenal sebagai salah satu infrastruktur yang mendukung koneksi internet nirkabel generasi berikutnya, yakni 5G.

Secara teori, teknologi gelombang milimeter dapat mentransfer jumlah gigabit data per detik lebih besar, hingga 40 kali kecepatan 4G LTE saat ini.

Gelombang milimeter memiliki pita yang lebih pendek dibanding 4G LTE dan mudah terpengaruh cuaca, seperti hujan, kabut, dan salju.

Memancarkannya dengan frekuensi 28 GHz dari drone yang terbang tinggi menjadi tantangan bagi Google, pasalnya kekuatan internet yang dipancarkan menjadi hanya sepersepuluh dari sinyal 4G saja.

Untuk mengatasinya, Google dikatakan sedang bereksperimen dengan teknologi transmisi yang disebut phased array.

Google nampak sangat serius mengembangkan teknologi ini. Raksasa internet tersebut sampai mengeluarkan dana cukup besar, sekitar 1.000 dollar AS (Rp 14 juta) per hari untuk biaya sewa hangar dari Virgin Galactic.

Biaya sebesar 300.000 dollar AS (sekitar Rp 4,2 miliar) dibayarkan kepada Spaceport America untuk berbagai keperluan instalasi, seperti server, transceiver yang mendukung gelombang milimeter, dan sebagainya.

SkyBender merupakan proyek dari tim Google Access, tim yang fokus dalam pengembangan dan eksperimen koneksi internet berkecepatan tinggi dari udara. Proyek lain dari Google Access yang sudah banyak dikenal adalah balon udara Project Loon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X