Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Tuntut Scammer Pembuat Aplikasi Crypto Palsu

Kompas.com - 06/04/2024, 16:02 WIB
Ristiafif Naufal,
Oik Yusuf

Tim Redaksi

Sumber Reuters

 

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi multinasional AS, Google, mengambil langkah tegas dengan menuntut dua warga negara China yang berbasis di Shenzhen dan Hong Kong, atas tuduhan penipuan kripto pada tanggal 4 April di pengadilan federal New York.

Yunfeng Sun dan Hongnam Cheung dituduh melanggar UU Racketeer Influenced and Corrupt Organizations (RICO) serta syarat dan ketentuan layanan Google dengan menyalahgunakan Play Store untuk menyebarkan aplikasi perdagangan kripto dan investasi palsu.

Tuntutan Google menyebutkan bahwa keduanya menggunakan video YouTube, iklan media sosial, dan siaran pers palsu untuk membuat seolah-olah aplikasi mereka legal.

Keduanya dan rekanan mereka yang tidak disebutkan namanya, diduga telah mengunggah hingga 87 aplikasi palsu untuk memfasilitasi aksi penipuan ini, dan telah menarik 100.000 pengguna yang mengunduhnya.

Baca juga: Harga Bitcoin To The Moon, FBI Peringatkan Bahaya Scam Kripto

Dari keluhan pengguna, Google menduga masing-masing korban mengalami kerugian mulai dari 100 dollar AS (Rp 1,5 juta) hingga puluhan ribu dolar AS, sejak tahun 2019. Mereka juga telah menonaktifkan 87 aplikasi palsu buatan Sun dan Cheung selama empat tahun terakhir.

“Gugatan ini merupakan langkah penting untuk meminta pertanggungjawaban dari para pelaku kejahatan ini dan mengirim pesan yang jelas bahwa kami akan secara agresif mengejar mereka yang berusaha memanfaatkan pengguna kami,” ujar Halimah DeLaine Prado, penasihat hukum Google.

Google menyatakan penipuan ini turut merugikan mereka, mengancam “integritas” toko aplikasi miliknya, perlu mengalokasi sumber daya untuk mendeteksi penipuan dan mengganggu operasinya.

Kerugian ekonomi yang dialami Google dari penyelidikan kasus penipuan ini mencapai lebih dari 75.000 dollar AS atau Rp 1,1 miliar.

Dalam gugatannya, Google meminta pengadilan untuk memblokir Sun dan Cheung agar tidak bisa lagi melakukan aksinya. Google juga menuntut ganti rugi yang jumlahnya tak dirinci.

Metode Pig Butchering digunakan untuk menipu para korban

Soal cara kerja penipuannya, para scammer itu membuat aplikasi pertukaran mata uang kripto dan investasi palsu yang dibuat seolah-olah aplikasi investasi yang legal di Play Store.

Menurut pengaduan Google, Sun dan Cheung menggunakan skema penipuan social engineering dengan mengirim pesan teks “nakal” untuk menarik korban ke aplikasi mereka dan menaruh sejumlah uang ke dalamnya.

Modus penipuan dengan umpan hubungan romantis macam ini dikenal sebagai "Pig Butchering", mengacu pada kegiatan "menggemukkan" babi sebelum menjagalnya.

Baca juga: Apa Itu Pig Butchering Scam, Modus Baru Penipuan Kripto yang Disorot FBI

Pesan teks yang digunakan oleh pengirim dibuat agar terlihat akrab dengan korban, seperti “Saya Sophia, apakah kamu mengingat saya?” yang kemudian dimanfaatkan penipu untuk mulai membangun percakapan, persahabatan, dan ikatan romantis dengan korban.

Selanjutnya, mereka mencoba meyakinkan korban untuk berinvestasi melalui aplikasi dan membatasi penarikan hanya pada sejumlah kecil “keuntungan”. Ketika pengguna berusaha menarik “keuntungan” dalam jumlah besar, mereka diminta untuk membayar lebih banyak.

Terkadang para penipu ini turut meyakinkan korbannya bahwa mereka bisa mendapatkan sejumlah komisi dengan menawarkan aplikasi tipuan tersebut sebagai “afiliasi” dari platform, menurut pengaduan tersebut.

Jika korban mengeluh kepada “teman” atau “pasangan kekasih” yang sebelumnya membantu proses mereka berinvestasi, orang-orang tersebut bakal menghilang begitu saja, kata Google sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Sabtu (5/4/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

'Belah Duren' hingga Pecah Walnut, Ini Rahasia Kekuatan Layar Oppo A60

"Belah Duren" hingga Pecah Walnut, Ini Rahasia Kekuatan Layar Oppo A60

Gadget
Aplikasi Chatting Legendaris ICQ Berhenti Beroperasi Bulan Depan

Aplikasi Chatting Legendaris ICQ Berhenti Beroperasi Bulan Depan

Software
2 Cara Rekam Google Meet saat Rapat Tanpa Langganan Premium

2 Cara Rekam Google Meet saat Rapat Tanpa Langganan Premium

Software
Cara Pasang 15 Foto dan Fancam Konser NCT Dream di Lock Screen HP Samsung biar Makin 'Aesthetic'

Cara Pasang 15 Foto dan Fancam Konser NCT Dream di Lock Screen HP Samsung biar Makin "Aesthetic"

Gadget
Oppo Gelar 'Nobar' Final Liga Champions di Jakarta

Oppo Gelar "Nobar" Final Liga Champions di Jakarta

Internet
Microsoft Desak Pengguna Windows 10 Segera 'Upgrade'

Microsoft Desak Pengguna Windows 10 Segera "Upgrade"

Software
Oppo Find N3 Edisi Liga Champions Rilis di Indonesia, Bonus Merchandise UCL

Oppo Find N3 Edisi Liga Champions Rilis di Indonesia, Bonus Merchandise UCL

Gadget
6 Tim E-sports Indonesia Lolos ke Grand Final 'PUBG Mobile' PMSL SEA Summer 2024

6 Tim E-sports Indonesia Lolos ke Grand Final "PUBG Mobile" PMSL SEA Summer 2024

Game
Ini Dia Juara 'Free Fire' FFWS SEA Spring 2024, Tim Indonesia 4 Besar

Ini Dia Juara "Free Fire" FFWS SEA Spring 2024, Tim Indonesia 4 Besar

Game
Profil Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Orang Nomor Satu di Nvidia

Profil Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Orang Nomor Satu di Nvidia

e-Business
Sejarah QR Code, Kode 'Kotak-kotak' yang Terinspirasi dari Permainan Go Board

Sejarah QR Code, Kode "Kotak-kotak" yang Terinspirasi dari Permainan Go Board

Internet
Arti Kata “Lup”, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Media Sosial

Arti Kata “Lup”, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Media Sosial

Internet
HP Xiaomi Redmi A3x Dirilis, Spek Mirip Redmi A3 Beda di Chipset

HP Xiaomi Redmi A3x Dirilis, Spek Mirip Redmi A3 Beda di Chipset

Gadget
Fitur Flipside Instagram Dihapus, Tombol 'Kunci' Hilang dari Halaman Profil

Fitur Flipside Instagram Dihapus, Tombol "Kunci" Hilang dari Halaman Profil

Software
HP Vivo Y28 Resmi di Indonesia dengan Baterai 6.000 mAh, Harga mulai Rp 2 Jutaan

HP Vivo Y28 Resmi di Indonesia dengan Baterai 6.000 mAh, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com