Belajar Nyanyi Sampai Memasak, Semua Bisa dari YouTube

Kompas.com - 09/02/2016, 15:36 WIB
|
EditorReza Wahyudi

"Saya juga suka kanal Crazyrussianhacker yang misalnya menayangkan tips-tips mudah membuka makanan kemasan agar tangan tak kotor. Sekarang tambah lagi dengan kanal milik penari Fik Shun," ucap Revan.

Fik Shun adalah penari asal Wichita yang piawai memadukan gerakan seru dengan lagu tak terduga, seperti lagu anak-anak. Sebelum menjadi penari, Fik Shun menekuni olahraga bela diri sejak usia 3 tahun sehingga tubuhnya berotot.

Informasi di ujung jari

Kesukaan kaum muda menonton apa pun dari Youtube terkait erat dengan pergeseran gaya belajar yang semula mendengar dan melalui teks beralih menjadi melalui video. Demikian pendapat Ida Fajar Priyanto, doktor ilmu informasi lulusan University of North Texas, Amerika Serikat.

Gaya seperti ini, lanjut Ida, lazim di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat. Mereka sering belajar melalui video dan membuat proyek sekolah pun meliputi kegiatan mengunggah ke Youtube agar semua dapat melihat. Gaya belajar demikian akrab bagi mereka yang lahir setelah tahun 1995.

Kelebihan dari metode pembelajaran melalui Youtube, siswa lebih cepat paham sehingga lebih mudah mempraktikkan dan berinovasi. Dari sisi pengajar, mereka yang tak mampu mengikuti perkembangan bakal tertinggal. Mungkin mereka diremehkan siswa karena dianggap tak mengerti perkembangan zaman.

"Terutama di sekolah formal. Kalau guru-guru tidak ikut menyimak video di internet dan hanya mengandalkan teks, siswa bakal cepat bosan. Bagi mereka, informasi ada di ujung jari, begitu mudah dan cepat," kata Ida.

Kecenderungan ini juga tak lepas dari kebiasaan siswa yang selalu membawa telepon pintar ke mana pun mereka pergi. "Generasi yang lahir setelah 2010 akan berbeda lagi karena mereka sejak bayi kenal dengan gawai," tutur Ida.

Pengguna gawai di Indonesia semakin banyak. Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia, mengatakan, kini prediksi total jumlah populasi masyarakat Indonesia, 90 juta orang terkoneksi dengan internet. Saat ini Indonesia termasuk negara teraktif terkoneksi dengan internet, terutama dengan penetrasi 43 persen telepon pintar.

Hal itu membuat masyarakat Indonesia mudah mengakses berbagai informasi, termasuk aneka video di Youtube. Pada kuartal ketiga tahun lalu, 60 persen waktu menonton netizen adalah dengan perangkat telepon pintar mereka.

"Peningkatan penggunaan smartphone sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia menyebabkan lebih banyak orang menonton dan mengunggah konten video ketimbang periode," kata Veronica.

Dalam pandangan pakar media sosial Nukman Luthfie, Youtube menjadi tempat nyaman karena materi berupa video (visual, gerak, dan suara). Apalagi durasinya tidak terbatas dan dapat diunduh secara gratis. Konten yang tersedia pun amat beragam karena diakses dan diisi siapa saja dari berbagai latar belakang profesi ataupun ketertarikan alias user generated content

Diam-diam Youtube telah menjadi "Guru Besar" untuk segala ilmu....(MHF)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Januari 2016, di halaman 30 dengan judul "Youtube Sang "Guru Besar".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.