Kompas.com - 22/03/2016, 10:40 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

Berdarah Yahudi, keluarga Grove termasuk yang diincar oleh Nazi, tetapi mereka berhasil memperoleh identitas palsu dan berlindung berkat bantuan teman-teman.

Tahun 1956, saat Grove berumur 20 tahun dan negerinya tengah berada di bawah cengkeraman tangan besi Uni Soviet, revolusi Hungaria meletus. Dia dan keluarga pun terpaksa mengungsi, kabur melintasi perbatasan ke Austria.  

Tak lama setelahnya, pada 1957, Grove bermigrasi ke AS dan mengganti namanya menjadi Andrew S. Grove.

“Banyak pemuda yang dibunuh, tak terhitung banyaknya yang ditawan. Sekitar 200.000 orang Hungaria kabur ke Barat. Saya adalah salah satu dari mereka,” tulis Grove mengenang 20 tahun pertama kehidupannya dalam sebuah memoir.

Di AS, Grove tak punya banyak uang, tapi dia suka belajar dan berhasil memperoleh gelar PhD. Dia kemudian bekerja sebagai peneliti di Fairchild Semiconductor, sebelum akhirnya bergabung dengan Intel sampai pensiun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.