Cloud Machine Learning

Dari Dermaga San Francisco, Google Luncurkan "Machine Learning" untuk Pengguna Google Cloud Platform

Kompas.com - 24/03/2016, 20:18 WIB
Penulis Amir Sodikin
|
EditorAmir Sodikin

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Google akhirnya resmi merilis layanan Cloud Machine Learning (fitur pembelajaran mesin berbasis komputasi awan) untuk pengguna Google Cloud Platform (GCP). Kepastian itu disampaikan dalam acara Google Cloud Platform Global User Conference (GCP NEXT 2016).

Acara ini degelar di sebuah dermaga Pier 48, San Francisco, California, Amerika Serikat, selama dua hari mulai Rabu hingga Kamis (23/3/2016).  Dari dermaga ini, Google menyatakan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan kemampuan mereka dalam bidang machine learning.

Selama ini, Google dikenal inovasinya di bidang pembelajaran mesin. Sebut saja misalnya Google Now yang secara pintar bisa memprediksi informasi apa yang ingin diketahui pengguna telepon seluler Android. Atau, Google Photos di Android yang mampu mendeteksi wajah siapa yang ada di album foto.

Jeff Dean, yang mengepalai proyek penelitian brain deep-learning Google mengatakan, layanan Cloud Machine Learning ini bisa diakses semua pengguna Google Cloud Platform. “Cloud Machine Learning ini dibangun dari perangkat lunak open-source Google bernama TensorFlow, “ kata Dean.

TensorFlow merupakan proyek pembelajaran mesin yang paling populer di GitHub. TenserFlow telah membantu proyek kecerdasan artifisial AlphaGO yang biasa digunakan untuk menantang para juara dunia bermain gim Go.

KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN Jeff Dean, yang mengepalai proyek penelitian brain deep-learning Google mengatakan, layanan Cloud Machine Learning ini bisa diakses semua pengguna Google Cloud Platform.

Kunci kerja Google
Fausto Ibarra, Director Product Management Google, mengatakan ratusan  jenis big data yang berbeda dan hadirnya berbagai produk analitik yang juga berbeda, merupakan tantangan tersendiri dalam industri data ke depan.

“Dalam bidang inilah Google Cloud Platform banyak berinvestasi. Dalam Google NEXT 2016 ini kami mengumumkan hasil kerja termutakhir kami,” kata Ibarra.

Salah satu kunci kerja Google yang akan menjadi standar baru industri cloud adalah machine learning ini.  “Kami terus membangun aplikasi yang bisa melihat, mendengar, dan mengerti dunia informasi saat ini. Inilah machine learning yang kami luncurkan hari ini,” kata Ibarra.

Proyek bernama Cloud Machine Learning merupakan cara bagi pengembang web dan aplikasi untuk membangun aplikasi cerdas berbasis data yang dimiliki.

Teknologi ini sama dengan yang digunakan Google saat ini misalnya pada Google Now, Google Photos, dan voice recognition di Google Search.

GOOGLE Ilustrasi cara kerja Google Cloud Platform (GCP). Ada empat jenis platform yang disediakan yaitu komputasi, ruang penyimpanan (storage), pemrosesan data skala besar (big data), dan service.
“Fitur ini memungkinkan Anda membangun model machine learning pada data Anda yang powerfull menggunakan pustaka machine learning TensorFlow,” kata Ibarra.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.