Google Bikin Ekosistem VR "Daydream" di Android N - Kompas.com

Google Bikin Ekosistem VR "Daydream" di Android N

Kompas.com - 20/05/2016, 13:40 WIB
Wicak Hidayat/KOMPAS.com Clay Bavor, Vice President Virtual Reality Google saat presentasi Daydream di acara Google I/O di kantor Google di Mountain View, AS, Rabu (18/5/2016).

MOUNTAIN VIEW, KOMPAS.com - Google mengumumkan Daydream, sebuah platform yang fokus pada virtual reality (VR), pada gelaran Google I/O 2016 di kantornya di Mountain View, California, AS. Wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat melaporkan langsung dari gelaran acara.

Daydream dibangun di atas Android N namun dengan optimalisasi yang diarahkan untuk performa VR.  Namun secara umum, Daydream nantinya akan menjadi ekosistem yang hadir di tiga hal: headset, controller dan smartphone.

Untuk perangkat kerasnya, Google mengaku sudah bekerjasama dengan beberapa produsen handset yang bakal menambahkan komponen spesifik, seperti sensor dan layar, ke perangkat mereka yang akan datang agar Daydream-ready.

Beberapa yang disebutkan termasuk Samsung, HTC, ZTE, Huawei, Xiaomi, Alcatel, Asus dan LG. Selain tentunya dukungan di sisi komponen dari Mediatek, ARM, Qualcomm dan Imagination Technologies.

Google juga akan segera membagikan reference design untuk headset dan controller Daydream ke pemanufaktur Android. Namun di sisi lain, perusahaan asal Mountain View itu juga akan merilis headset dan controller Daydream buatannya sendiri.

Mengapa VR?

Mengapa Google menghadirkan ponsel khusus VR? VP Virtual Reality Google, Clay Bavor, mengatakan hal itu tak lain demi mendapatkan performa terbaik.

Bavor mengatakan, Google ingin semua orang bisa menikmati VR dengan nyaman dan mudah diakses siapa pun.

"Sejak pertama kali hadir dengan Cardboard, kami percaya bahwa VR itu seharusnya memang mobile dan mudah dijangkau oleh semua orang," kata Clay Bavor di Google I/O 2016, Shoreline Amphiteater, Mountain View, California, AS, Rabu (18/5/2016) lalu.

Masih soal kenyamanan, hal itu juga jadi alasan Google menyusun desain headset Daydream dan berencana menghadirkan versi mereka sendiri ke pasaran.

Sedangkan untuk kontrolernya, Bavor mengatakan selama ini kendali di perangkat VR memang masih kurang sempurna. Kontroler terpisah dengan sensor gerak akan memungkinkan aktivitas yang lebih luwes.

Bakal seperti apa ponsel dan perangkat Daydream dari Google nantinya? Tampaknya, kita harus sabar menunggu. Sebab di I/O 2016 pun belum ada penampakannya.


EditorReska K. Nistanto

Close Ads X