Agar Kecelakaan Garuda Indonesia GA200 Tidak Terulang

Kompas.com - 03/06/2016, 14:30 WIB
|
EditorDeliusno

PHOENIX, KOMPAS.com - Masih ingat dengan insiden kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA200 rute Jakarta - Yogyakarta pada 7 Maret 2007?

Saat itu, pesawat Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia yang mengangkut 133 penumpang dan tujuh kru itu mendarat dengan keras di tengah landas pacu (runway), terpental, dan keluar dari runway 27 di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Setelah itu, pesawat itu terbakar.

Akibat kecelakaan tersebut, 21 nyawa melayang. Sisa penumpang mengalami luka-luka.

Hasil penyelidikan yang dipublikasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut B737 Garuda Indonesia melakukan approach yang terlalu tajam.

Approach adalah fase dalam pendaratan saat pesawat mengarah mendekat dan turun mendarat di runway.

Normalnya, approach yang stabil adalah dalam batas toleransi ketinggian dan kecepatan, serta batas jalur luncur (glideslope).

Jalur luncur yang aman adalah dengan sudut kemiringan 3 derajat ke arah runway. Di atas atau di bawah 3 derajat, approach dianggap tidak stabil.

Dalam kasus GA200, B737 tersebut mendarat dengan lintasan di atas glideslope karena posisinya masih terlalu tinggi sementara jarak ke landasan sudah dekat.

Pilot pesawat mencoba mengejar jalur luncur yang normal. Tetapi, akibat vertical speed terlalu tinggi, pesawat menjadi sulit dikontrol saat roda hendak menyentuh landasan, akhirnya benturan keras terjadi dan pesawat terpental ke luar landasan.

Insiden yang merugikan

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X