Sampai Lepas Pekerjaan Kantoran, Orang Ini Hidup dari Main Video Game

Kompas.com - 06/06/2016, 10:11 WIB
Ben Wu, seorang trader asal California, Amerika Serikat yang memilih banting setir menjadi video gamer. www.merlinidota.com/Ben Wu, seorang trader asal California, Amerika Serikat yang memilih banting setir menjadi video gamer.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com- Beberapa tahun lalu, Ben Wu masih bekerja di sebuah perusahaan trading yang bermarkas di California, Amerika Serikat. Namun, dia memilih banting setir menjadi gamer, alias pemain video game.

Gaji bulanan yang tinggi sebagai trader, tak membuat Wu puas. Justru, kata dia, penghasilannya sekarang sebagai gamer jauh melebihi gaji bulanannya dulu.

Seperti dilansir oleh CNNMoney pada (29/9/2014), semua bermula saat ia sedang bosan-bosannya menjalani rutinitas kerja. Wu yang waktu itu telah menjadi trader selama tiga tahun, berniat cuti selama satu minggu.

Waktu cuti tersebut Wu gunakan untuk mengistirahatkan otak dari deadline pekerjaan yang sehari-hari memburunya. Bukannya menikmati cuti dengan berdiam di rumah, dia malah mengisi waktu dengan terus bermain video game.

Tak hanya itu, Wu bukan sekadar menuntaskan hobi, melainkan melakoninya sebagai pekerjaan penuh waktu selama satu minggu itu. Bahkan, dia sampai membuat panduan  game online praktis di Youtube dan Twitch—aplikasi berisi tutorial game yang membeli jasa Wu seharga 1 miliar dollar AS.

Merasa bisa menghasilkan pendapatan lebih banyak, Wu memutuskan melepas pekerjannya sebagai trader.  Terlebih lagi, sekarang adalah zaman eSport—kompetisi video game  teratur dan terorganisir yang diperuntukkan bagi gamer profesional—yang menjadikan video game sebagai sumber pendapatan.

“Banyak orang mengira bahwa video game adalah permainan anak-anak atau remaja. Padahal, permainan ini sangat dinamis, bahkan membutuhkan kerja sama tim untuk berpikir out of the box,” ungkap Wu.

Valve Dota 2 mode virtual reality

Satu kompetisi “The International” dari game “Defense of the Ancients” atau yang lebih dikenal dengan DotA, misalnya, gamer bisa membidik hadiah uang sampai hampir 11 juta dollar AS, setara sekitar nyaris Rp 150 miliar memakai kurs sekarang.

Karenanya, wajar saja bila kemudian banyak orag dan tim dari seluruh penjuru dunia bersedia bertarung lewat media game online.

Game jadi pendapatan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X