Kompas.com - 23/06/2016, 09:25 WIB
Ketua ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli Yoga Hastyadi/Kompas.comKetua ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kampanye "Rp 1 per detik" Indosat Ooredoo terhadap Telkomsel berbuntut panjang. Setelah dipanggil Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Indosat akan mengadukan secara resmi pihak Telkomsel kepada regulator. (Baca: Indosat Diminta Ajukan Protes Resmi Terkait Monopoli Telkomsel)

Selain itu, Indosat meminta operator-operator seluler lain, yakni XL Axiata, Hutchison Three (Tri), dan Smartfren Telecom agar bersatu melawan Telkomsel. CEO Indosat Ooreedo Alexander Rusli memandang Telkomsel terlalu dominan dan memonopoli pasar seluler di luar Jawa.

“(Operator seluler lain) Jangan takut, ngomong apa adanya saja. Kan kepentingan kita sama, jangan ngedumel di belakang layar saja,” ujar pria yang kerap disapa Alex ini kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Baca: Di Balik Perseteruan Indosat-Telkomsel, Ada Isu Pembatalan 2 Regulasi Telekomunikasi

Meski secara nasional hanya memiliki pangsa pasar di kisaran 50 persen, untuk daerah lain di luar Jawa, Alex menuding bahwa Telkomsel praktis memonopoli pasaran dengan market share lebih dari 80 persen.

Angka itu jauh di atas batas ketentuan undang-undang persaingan usaha yang sebesar 50 persen. (Baca: KPPU Akan Selidiki Dua Kasus Terkait Indosat Versus Telkomsel)

Sementara, operator-operator seluler lain disebutnya hanya memiliki pangsa pasar yang kecil di luar Jawa. Indosat sendiri kebagian sekitar 4 persen. Apabila digabung, menurut Alex, operator seluler lain di luar Telkomsel hanya menguasai pasaran luar Jawa sebesar 14 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alex yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) merasa monopoli Telkomsel akan semakin menjadi apabila kondisi ini dibiarkan terjadi, hingga akhirnya menguasai pasaran secara total dan tak terbendung.

“Kalau mereka sudah 100 persen, akan sulit bagi kami untuk berkompetisi. Ini seperti kembali ke zaman (monopoli) Telkom untuk telepon fixed line nasional lagi,” keluhnya.

Tanggapan Telkomsel

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.