Begini... Rahasia AC Tetap Awet!

Kompas.com - 27/06/2016, 16:27 WIB
Ada trik khusus agar AC lebih tahan lama.

KOMPAS.com – Menyalakan air conditioner (AC) kerap jadi ritual pertama yang dilakukan saat tiba di rumah setelah lama berjalan-jalan di bawah terik matahari dan udara panas. Kulit memerah karena kepanasan, plus rasa gerah, perlahan pudar karena hembusan angin sejuk AC.

Tiba-tiba, saat sedang asyik-asiknya menikmati udara dingin, aliran listrik mati. Padahal, keringat belum juga mengering. Ketika dicek, meteran listrik rumah ternyata turun. Dengan sigap, tuas meteran dikembalikan ke tempat semula agar listrik kembali mengalir.

Jika hal itu terjadi pada Anda, apakah Anda akan langsung menyalakan AC?

Perlu diketahui, kebiasaan menyalakan AC secara langsung tanpa jeda adalah salah satu alasan usia AC tak bertahan lama. Kompresor pada AC yang bertugas mendinginkan ruangan perlu jeda “istirahat” sebelum bekerja kembali.

Setidaknya, berikan waktu sekitar satu menit sebelum Anda menyalakan AC. Jika tidak, dipastikan AC tak akan awet. Lebih baik bersabar sebentar daripada harus mengeluarkan ongkos mahal untuk memperbaiki atau bahkan membeli AC baru.

Suhu rasional

Saking merasa kegerahan, kita kerap mengatur temperatur hingga 16 derajat celsius ditambah kipas maksimal pula. Sering? Jika iya, sebaiknya hentikan atau minimal kurangi kebiasaan ini.

THINKSTOCKPHOTOS Set suhu kamar pada temperatur 23-25 derajat celsius saja.

Pasalnya, suhu 16 derajat celsius kecil kemungkinan bisa dicapai pada satu ruangan di kota bercuaca panas dengan ukuran AC standar. Jika dipaksakan, AC akan terus bekerja keras mencapai suhu yang jelas-jelas tak mungkin tercapai. Kompresor jadi terlalu lelah dan gampang aus.

Padahal, temperatur 23 sampai 25 derajat celsius sebenarnya sudah cukup membuat ruangan nyaman. Suhu di bawah 20 derajat celsius—selain sulit dicapai AC—pun akan terasa tak nyaman di kulit.

Namun, jika temperatur tak kunjung sejuk setelah menyetel suhu kisaran 23 hingga 25 derajat celsius, periksa kapasitas AC. Bisa jadi AC tak sesuai dengan luas ruangan sehingga tak mampu menurunkan suhu sesuai yang tertera di remote control AC.

Kapasitas AC bisa diukur dari besaran paard kracht (PK). Semakin luas ruangan yang perlu didinginkan, makin besar kebutuhan PK AC. Jika ukurannya tak sesuai, lagi-lagi kompresor bekerja terlalu keras sehingga memangkas usia produktif AC. (Baca: Catat... Biar Tak Ngeri Lihat Tagihan Listrik Cuma Gara-gara AC).

Tak hanya luas ruangan. Akses udara dari luar kamar juga wajib diperhatikan. Saat AC menyala, jangan buka jendela atau pintu terlalu lama. Udara panas dari luar bisa masuk dan membuat suhu naik. Kompresor harus menguras keringat membuat suhu turun. Jika hal ini terlalu sering dilakukan, AC bisa jadi pendek umur!

Dok. Daikin Daikin menjadi salah satu produsen AC yang sudah menerapkan teknologi inverter pada beberapa produknya.


Inverter

Terlalu sering mematikan dan menghidupkan AC bisa mempercepat kerusakan AC. Tapi, apa mau dikata, jika udara kamar sudah terlalu dingin—terutama pada malam hari—tentu AC lebih baik dimatikan.

Agar suhu ruangan lebih stabil, sebenarnya sudah ada AC berteknologi inverter yang bisa mengatur kerja kompresor tanpa proses on-off, salah satunya AC inverter Daikin. Jika suhu ruangan naik, kompresor bekerja sedikit lebih cepat mendinginkan ruangan. Sebaliknya, saat temperatur mulai rendah, kompresor memperlambat kinerja.

Jika diibaratkan orang yang sedang berlari, maka AC inverter berlari dengan kecepatan konstan. Pelari pun jadi tak mudah lelah dan bisa berlari lebih jauh ketimbang orang yang berlari terlalu kencang. Pelari model ini bak AC konvensional, mudah kelelahan dan sering kali harus berhenti untuk mengambil nafas.

Meski demikian, AC tetap perlu perawatan berkala. Setidaknya, AC wajib "dicuci" minimal tiga bulan sekali. Ingat, udara juga mengandung banyak debu yang akan tersangkut dalam filter ketika disaring AC.

THINKSTOCKPHOTOS Perawatan berkala akan membuat AC awet.


Selain itu, unit outdoor AC juga perlu dicek. Jika sudah kotor dan berdebu, pembuangan udara panas tak akan maksimal. Kompresor jaga kerap mendadak mati karena udara yang “terperangkap” jadi terlalu panas.

Nah, jika semua hal di atas sudah diusahakan, kinerja AC Anda akan selalu maksimal dan tahan lama. Seperti ungkapan “lebih baik mencegah daripada mengobati”, tentu lebih baik merawat daripada harus mengganti AC setiap tahun bukan?



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief

Close Ads X