Video "Live Streaming" Jadi Tumpuan Harapan Twitter

Kompas.com - 28/07/2016, 16:40 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Laporan bisnis Twitter pada kuartal kedua 2016 belum menunjukkan peningkatan berarti. Mikroblog bernuansa burung tersebut hanya meraup pendapatan 602 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,89 triliun.

Angka itu naik 20 persen dari periode serupa tahun lalu, tapi masih di bawah prediksi Wall Street yang mematok angka 607 juta dollar AS (Rp 7,98 triliun). Terlebih lagi, presentasi kenaikan itu adalah yang paling kecil sejak 2013 lalu.

Meski demikian, Twitter menyambut pertumbuhan kecil itu sebagai secerca harapan. Setidaknya, upaya mikroblog itu memperkuat elemen visual seperti foto dan video terbukti membuahkan hasil.

Maka dari itu, CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan elemen visual akan lebih dikembangkan, utamanya dalam bentuk video live-streaming, dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Kamis (28/7/2016). Dorsey yakin strategi itu mampu mendatangkan limpahan kas ke pundi-pundi Twitter di masa mendatang.

Salah satu langkah besar yang telah dilancarkan adalah menyatukan akses Periscope di Twitter beberapa bulan lalu. Periscope merupakan layanan video live-streaming yang diakuisisi Twitter pada pertengahan 2015 lalu.

Periscope sendiri sudah punya kompetitor kuat semacam Facebook Live, Meerkat, dan fitur live-streaming yang tersedia pada YouTube.

Baru-baru ini, Twitter juga mulai mengarahkan layanan live-streaming untuk beriklan. Pengguna bisa menyaksikan kejadian-kejadian yang bersangkutan dengan kepentingan publik secara real-time, mulai dari pidato kandidat Presiden AS Donald Trump, final NBA, dan unjuk rasa kelas tertentu.

Nah, pengiklan bisa masuk melalui jalur tersebut. Ramainya netizen berkumpul menyaksikan sebuah video live-streaming dinilai sebagai daya tarik bagi pengiklan untuk melancarkan pemasaran.

"Ada banyak hal yang akan dilakukan," kata Dorsey.

Wacana tersebut terdengar memiliki potensi besar bagi sebagian orang. Meski begitu, kondisi bisnis Twitter saat ini tak bisa dibilang mulus. Pendapatan Twitter yang meningkat belum mampu menutupi kerugiannya yang memang menurun tapi masih berada di kisaran 107 juta dollar AS atau Rp 1,4 triliun.

Jumlah pengguna Twitter pun tak kunjung memperlihatkan pertumbuhan yang diharapkan. Saat ini, total pengguna aktif bulanan Twitter sebanyak 313 juta. Pertumbuhannya hanya tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.