Kompas.com - 29/07/2016, 16:55 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Lebih dikenal dengan persona bernama "pinot", Wahyu Ichwandardi (46) adalah animator dengan karya yang menyihir mata. Dia memboyong keterampilan membuat gambar bergerak secara tradisional kepada para penonton yang akrab dengan internet dan teknologi digital. Kemampuannya pun diakui dunia internasional.

Wahyu kerap memajang video pendek karyanya di medium seperti Vine, Steller, Snapchat, dan Twitter. Medium yang paling banyak dipakai adalah Vine, layanan video singkat yang berdurasi enam detik. Waktu yang pendek tersebut justru menjadi keuntungan baginya untuk menyajikan karya yang bisa berbicara sekaligus memikat.

Ciri khas dari animasi pendek Wahyu adalah penggabungan antara medium kertas dan lingkungan di sekitarnya. Melalui teknik stop motion, animasi tangan darinya seperti hidup dari frame ke frame dan tidak lagi dua dimensi karena berpadu dengan obyek sekitar. Dunia nyata, fantasi, dan benda-benda sekitar bisa saling terhubung dan keluar-masuk secara mengejutkan, bahkan kadang terasa sebagai sihir visual.

Baca: Baru Ramai di Medsos Indonesia, Apa Itu Steller?

Contohnya, animasi yang dibuat awal 2016 yang menggambarkan seekor anak ayam dari selembar kertas di buku yang menyeruput semangkuk mi instan di sebelahnya. Karya lainnya berjudul "Berjalan di atas genangan air usai hujan" pada Maret 2014 memperlihatkan jari tangan yang melangkah di atas kertas dan diikuti refleksi di air.

Didit Putra/Kompas Wahyu Ichwandardi

Keahliannya dalam medium video singkat juga dilirik untuk mempromosikan sebuah produk. Beberapa karyanya merupakan kerja sama dengan sebuah merek, seperti ponsel pintar dengan fitur fotografi atau iklan produk otomotif.

Peluncuran film Star Wars: The Force Awakens juga dimanfaatkan untuk memamerkan karya animasi yang terinspirasi dari adegan di video promosi film. Wahyu pun tidak alergi untuk memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan ciri khasnya. Hasilnya adalah video singkat yang mengundang decak kagum.

<Untuk melihat salah satu hasil karyanya, silahkan kunjungi tautan berikut ini: https://vine.co/v/iXPl2deB1A1 >

Pengakuan dari internasional pun hadir melalui beberapa penghargaan, seperti pemenang untuk kategori animasi dalam Fast Film Fest tahun 2013 dan masuk dalam nominasi kategori animasi pada Festival Film Tribeca pada tahun yang sama. Pada 2014, kiprahnya menggunakan Vine mendapatkan penghargaan lewat kategori Vineography di ajang Shorty Awards. Dia juga kembali menjadi finalis pada Festival Film Tribeca pada kategori animasi.

Berkat kemampuan animasinya, Wahyu kini tinggal di New York, Amerika Serikat, dan bekerja pada sebuah agensi digital bernama Grape Story. Tidak berhenti di Vine, bapak tiga anak ini juga tengah merambah medium lain, yakni Steller, yang memungkinkan pengguna untuk bercerita dengan teks, gambar, dan video sekaligus. Kreativitasnya terus berkembang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.