Kompas.com - 23/09/2016, 14:13 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — Google telah resmi merilis aplikasi pesan instannya, Allo, di platform Android dan iOS. Mulai Jumat (23/9/2016) ini, pengguna di Indonesia bisa mengunduh aplikasi Allo di Google Play Store dan Apple App Store.

Setelah Google resmi merilisnya untuk semua pengguna, Snowden mengingatkan betapa tidak amannya Allo. Bahkan, ia menyarankan pengguna untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut.

Di aplikasi ini, menurut Snowden, Google turut membenamkan fitur enkripsi end-to-end dari Open Whisper Systems yang mampu mencegah percakapan disadap oleh siapa pun, termasuk agen pemerintah.

Namun, enkripsi tersebut tidak diaktifkan secara default layaknya pada instant messenger lain seperti WhatsApp. Untuk menyalakannya, pengguna harus lebih dahulu masuk ke mode “Incognito”. Mode Incognito sendiri bisa diakses lewat menu pesan atau message yang ada di pojok kanan bawah.

Hal ini menurut Snowden merupakan kelemahan besar dari Allo dalam hal privasi pengguna.

“Google membuat keputusan berbahaya dengan mematikan enkripsi end-to-end secara default dalam Allo. Aplikasi chatting ini tidak aman, hindarilah untuk sementara waktu,” tulis Snowden dalam sebuah tweet, tak berapa lama setelah Allo diperkenalkan Google pada I/O, Mei 2016 lalu.


Mengapa Google mematikan enkripsi secara default pada Allo? Rupanya sarana keamanan tersebut bisa mengganggu kerja fitur utama yang dijadikan andalan oleh Google.

Allo memiliki integrasi dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) Google Assistant yang bisa membantu melakukan berbagai macam hal, antara lain memberi saran soal balasan seperti apa yang biasa dilakukan, atau memesan tempat di restoran untuk pengguna dan lawan bicara.

AI Google Assistant bekerja dengan menganalisis isi pesan pengguna. Kalau enkripsi diaktifkan, maka kecerdasan buatan ini tidak bisa membaca pesan pengguna dan tak mampu berfungsi.

Nantinya, ada kemungkinan Google bakal mengaktifkan mode Incognito secara default. Namun, untuk sementara, pengguna Allo harus memilih antara privasi atau bantuan Google Assistant.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.