Penjualan iPhone Bakal Turun jika Trump "Perang Dagang" dengan China

Kompas.com - 14/11/2016, 19:31 WIB
iPhone 7 dan 6S tampak belakang terlihat memiliki perbedaan pada garis antena. Ars TechnicaiPhone 7 dan 6S tampak belakang terlihat memiliki perbedaan pada garis antena.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — China mengancam akan melakukan "balasan", jika Presiden terpilih AS, Donald Trump, melancarkan "perang dagang" dengan China. Meski tidak ada keterangan strategi seperti apa yang akan diterapkan, balasan tersebut dikatakan bisa membuat perdagangan produk AS, seperti iPhone, akan melambat di Negeri Tirai Bambu.

Menurut Global Times, efek balasan dari China bakal beruntun. Ancaman tersebut dikatakan bukan hanya berlaku untuk iPhone, melainkan juga industri lain asal AS, seperti penerbangan dan otomotif.

"Pemesanan (pesawat) Boeing akan dialihkan ke Airbus (Perancis), penjualan mobil AS dan iPhone juga akan lesu di China, impor kedelai AS juga akan dihentikan, dan China akan membatasi jumlah pelajarnya yang belajar ke AS," tulis Global Times, media asal China.

Dalam masa kampanye, Trump sering kali menyerang ekonomi China. Dikutip KompasTekno dari The Guardian, Senin (14/11/2016), Trump pernah berjanji untuk mengenakan tarif 45 persen untuk semua produk-produk impor China.

Global Times dalam editorialnya juga menulis bahwa jika langkah tersebut benar diambil oleh Trump, maka itu akan menjadi kesalahan besar.

"Jika Trump merusak hubungan dagang China-AS, maka sejumlah industri AS akan lumpuh. Pada akhirnya, Trump akan dikenal akan kecerobohan, sifat masa bodoh, dan ketidakkompetenannya," tulis Global Times.

Baca: Janji Kampanye Donald Trump, Menaikkan Harga iPhone

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain masalah tersebut, situs Business Insider juga telah membuat prediksi, masalah apa saja yang bakal dihadapi oleh Apple jika kebijakan-kebijakan ekonomi Trump yang disosialisasikan saat kampanye akan benar-benar diterapkan.

Masalah-masalah tersebut secara garis besar dibagi menjadi tiga hal, yakni repatriasi pajak, pemindahan pabrik iPhone, dan isu keamanan. Ketiganya bisa dibaca di tautan berikut ini.

Bagaimanapun, para pejabat China saat ini masih mempelajari apa efek kepresidenan Trump bagi hubungan kedua negara yang dikenal memiliki ekonomi yang kuat tersebut.

Presiden China Xi Jinping diberitakan telah berkomunikasi dengan Trump pada Senin (14/11/2016) ini, dan menyampaikan poin penting, seperti kerja sama adalah pilihan yang tepat bagi AS dan China.

Keduanya disebut setuju untuk berkomunikasi lebih intens, dan akan bertemu secara langsung dalam waktu dekat ini.

Baca: Pemeran "Silicon Valley" Diserang karena Menentang Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.