7 Cara Nge-"charge" Baterai iPhone Lebih Cepat

Kompas.com - 04/12/2016, 19:18 WIB
Sel baterai yang ditambahkan di penutup bagian belakang iPhone 6 untuk menambah daya tahan baterai. Intelligent EnergySel baterai yang ditambahkan di penutup bagian belakang iPhone 6 untuk menambah daya tahan baterai.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Salah satu masalah pada iPhone yang kerap dikeluhkan pengguna adalah borosnya konsumsi baterai. Di samping itu, penge-charge-an baterai dari kosong hingga penuh juga butuh waktu relatif lama, yakni mencapai tiga jam.

Hal tersebut tentu membuat tak nyaman para pengguna yang sibuk dengan mobilitas tinggi. Lantas apa yang harus dilakukan? Berikut beberapa tips agar penge-charge-an iPhone bisa lebih cepat, sebagaimana dilaporkan BusinessInsider dan dihimpun KompasTekno, Minggu (4/12/2016).

Pertama, hindari charge dari port USB.

Harus diketahui bahwa port USB 1.0 atau 2.0 hanya memiliki kemampuan penyaluran daya 0,5 A (ampere). Untuk USB 3.0, kemampuan penghantarnya sebesar 0.9 A.

Padahal, charger iPhone bisa mentransfer daya sebesar 1 A. Artinya, mengisi lewat port USB akan lebih lambat karena aliran dayanya lebih pelan dibandingkan kemampuan charger orisinil iPhone.

Bukan cuma lebih lambat, ada juga risiko terjadi bottleneck karena arus yang keluar dan arus yang masuk tak seimbang.

Kedua, gunakan kepala charger iPad.

Pada dasarnya, menge-charge iPhone seharusnya menggunakan charger orisinil yang disediakan pada kotak kemasan perangkat. Namun, ada waktu-waktu tertentu di mana Anda butuh baterai iPhone terisi penuh dalam waktu singkat.

Nah, pada waktu-waktu darurat itu, silakan gunakan kepala charger milik iPad. Faktanya, kepala charger iPad bisa menghantarkan daya sebesar 2,1 A atau sekitar dua kali lebih besar ketimbang iPhone.

Saat diuji pada iPhone 6 Plus, penge-charge-an baterai dari kosong hingga penuh memerlukan waktu 2,5 jam saja dengan charger iPad. Sementara dengan charger iPhone orisinil, waktu yang dibutuhkan sekitar 3 jam 45 menit.

Ketiga, jangan beli kabel dan kepala charger yang tak tersertifikasi.

Memang, harga kabel dan kepala charger yang diecerkan tanpa melalui proses validasi dari Apple lebih murah. Namun, risikonya juga besar untuk kenyamanan pengguna ketika menge-charge.

Kebanyakan charger yang tak tersertifikasi alias KW hanya menyalurkan daya setengah daripada kabel orisinil. Ini jelas akan memperlambat proses pengisian daya.

Dampak lanjutannya, pengguna dibuat tak nyaman karena layar iPhone bakal terus-menerus memunculkan pemberitahuan bahwa kabel itu tak orisinil.

Beberapa brand yang punya reputasi tinggi sebagai charger iPhone pihak ketiga adalah Anker dan Monoprice. Pokoknya, jika harus membeli charger dari perusahaan pihak ketiga, pastikan pada kemasannya tertera sertifikasi MFi (Made for iPhone/iPad/iPod).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X