TULISAN KHAS

Vlog Jokowi dan Hasrat Kekinian...

Kompas.com - 07/03/2017, 16:00 WIB
Lukisan berjudul Portrait of a Man (kiri) karya Jan Van Eyck dari tahun 1433 adalah salah satu potret diri tertua. Di sebelahnya ada foto selfie terawal jepretan Robert Cornelius pada tahun 1839. Claus-Christian CarbonLukisan berjudul Portrait of a Man (kiri) karya Jan Van Eyck dari tahun 1433 adalah salah satu potret diri tertua. Di sebelahnya ada foto selfie terawal jepretan Robert Cornelius pada tahun 1839.
|
EditorAmir Sodikin

Selain tampilan formal kenegaraan, foto Obama dalam beragam adegan yang tak jaim itu mengundang banyak perhatian. Tulisan panjang mengenai foto-foto Obama ini, antara lain tayang di Busines Insider edisi 14 November 2016.

Kilas balik dan hasrat

Melesatnya teknologi ponsel pintar tak bisa dimungkiri mendongkrak minat orang semakin banyak memotret dan membuat video. Cukup bermodal gadget di genggaman, semua itu bisa dibuat. Selfie dan vlog tentu saja jadi bagiannya.

Internet yang makin cepat dan makin beragamnya media sosial, menambah daftar pemicu kesenangan selfie dan membuat video diri sendiri. Fitur-fitur live dalam media sosial, jadi bumbu penyedap berikutnya.

Aplikasi Google Photo yang baru meluncur pada 2015, misalnya, mendapati 200 juta orang sudah memakainya pada ulang tahun pertama "album" tersebut. Seperti diunggah di blog Google, 24 juta di antara semua foto itu adalah hasil jepret diri alias selfie!

Padahal, sejarah aktivitas swafoto bisa dibilang masih relatif singkat, terutama untuk pemunculan kata itu sendiri.

Swafoto sebagaimana yang dipahami orang-orang sekarang—memakai ponsel dan kamera depannya—baru bermula pada kisaran 2011. Kamus Oxford lalu mengakomodasi kata selfie pada 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, aktivitas memotret diri pertama yang tercatat di sejarah memang sudah terjadi pada 1839. Adalah Robert Cornelius yang melakukannya di Philadelphia, Amerika Serikat.

Terkini, survei pada 2015 mendapati, rata-rata generasi milenial sekarang diperkirakan menghasilkan sekitar 25.676 foto jepretan sendiri seperti itu selama hidupnya. Setidaknya, itu merujuk riset yang dilakukan Luster Premium White terhadap 1.000 warga Amerika Serikat berusia 18-34 tahun.

(Baca juga: Demi Tren Selfie Tetap Eksis)

Saking bekennya aktivitas ini, Time sampai mengeluarkan peringkat 100 kota yang menjadi asal pengunggah foto selfie terbanyak di dunia, pada 2014.

Berdasarkan riset atas 40.000 foto yang memasang tanda pagar #selfie tersebut, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar masuk di dalamnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.