Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesan Pendiri GeekHunter, Wanita Jangan Takut Masuk ke Dunia TI

Kompas.com - 21/04/2017, 19:05 WIB
Yoga Hastyadi Widiartanto

Penulis

KOMPAS.com - Dunia TI selama ini masih didominasi dan lekat dengan citra maskulin. Di sisi lain, TI sebenarnya juga membutuhkan sentuhan wanita dalam berbagai aspek.

Pendapat tersebut diungkap oleh Yunita Anggraeni, co-founder sekaligus Chief Operating Officer GeekHunter saat berbincang dengan KompasTekno, Jumat (21/4/2017). GeekHunter sendiri merupakan startup konsultan karier khusus TI yang didikan Anggraeni bersama Ken Ratri Iswari.

Menurut pengalaman Anggra, panggilan akrabnya, selalu ada perusahaan TI yang membutuhkan kehadiran perempuan.

Misalnya di bagian pemrograman. Kehadiran wanita sangat dibutuhkan untuk menilai produk akhir perusahaan agar bisa menyasar konsumen dari kedua gender. Dengan demikian, kondisi dunia TI yang didominasi pria itu justru menjadi peluang lebar bagi perempuan. (Baca: Kisah Sosok Perempuan di Balik Suksesnya Go-Jek)

Female programmer itu sekarang malah most wanted, mereka punya kesempatan besar di dunia TI. Karena ketika membuat sebuah produk yang akan dipakai oleh wanita dan pria, maka perusahaan juga butuh pendapat dari wanita. Di sinilah kesempatannya,” ujar Anggra.

Sayangnya sekarang masih banyak wanita yang masih belum melirik TI sebagai bagian dari dunianya. Apalagi memang ada sterotip di masyarakat bahwa TI adalah pekerjaan untuk pria.

Dari 30 orang programmer, tutur Anggra, hanya ada dua atau tiga orang saja yang perempuan. Sementara itu, dari sekitar 120 orang angkatan dalam sebuah jurusan TI di universitas, jumlah wanita hanya sekitar 6 atau 7 orang.

“Mungkin di masa SMA dulu mereka merasa bahwa TI adalah wilayah pria. Sehingga ketika lulus kuliah lalu ingin berkarier, mereka merasa menemukan tantangan besar di dunia TI dan jadi ragu-ragu,” kata Anggra.

“Pesan saya (bagi wanita) jika memang ingin masuk dunia TI jangan takut. Coba dulu, belajar dan experienced. Tidak harus masuk ke perusahaan karena TI bisa project base atau bikin aplikasi sendiri. Berikutnya untuk masuk ke dunia TI bisa mudah, lowongan itu selalu terbuka,” imbuhnya.

Wanita bukan cuma urusan dapur

Masalah keragu-raguan ketika menghadapi tantangan atau soal kembali ke urusan dapur, sebenarnya merupakan bagian dari mindset seseorang. Anggra berpendapat, di zaman digital yang sudah sangat lekat dengan TI ini, seorang perempuan mesti berpikiran maju dan mau berkembang.

“Hari kartini ini adalah momen bagi wanita untuk melihat ke dalam diri dan menggali potensinya. Kalau memang sekarang yang dikerjakan belum menggali potensi, kenapa tidak kita lakukan apa yang bisa mengeksplor potensi itu,” katanya.

“Jangan sampai termakan stereotip yang mengatakan bahwa wanita ya derajatnya akan kembali ke dapur. Mudah-mudahan momen hari Kartini menginspirasi untuk bisa membagi waktu antara keluarga, pekerjaan dan berkarier,” ujarnya. (Baca: 5 Kartini Muda yang Berkarya di Bidang Teknologi)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Internet
Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Software
Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Software
Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Gadget
OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

Internet
DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

Gadget
Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Gadget
Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Software
Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Internet
Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com