Kompas.com - 13/06/2017, 14:16 WIB
Ilustrasi GrabCar. Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comIlustrasi GrabCar.
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perusahaan layanan transportasi online Grab diterpa berita tidak sedap. Salah satu rekanan pengemudinya di Malaysia dituduh memperkosa penumpang saat sedang menggunakan layanan Grab Car.

Media di Malaysia melaporkan, pihak kepolisian sudah menginterogasi sang pelaku yang tidak diketahui namanya itu. Yang pasti, ia merupakan seorang pria berumur 30 tahun.

Sang korban sendiri mengalami pelecehan seksual sekitar pukul empat pagi waktu setempat di sekitar rumahnya di Seri Kembangan, Selangor. Menurut keterangan polisi, korban tidak melakukan perlawanan karena sedang mabuk.

Grab menyatakan sudah memberhentikan sang pengemudi. Saat ini, Grab berjanji untuk membantu pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Prioritas kami saat ini adalah membantu dan memberikan dukungan kepada penumpang dan keluarganya, juga membantu sepenuhnya pihak polisi dan pihak berwenang lain yang relevan," tulis Sean Goh, Country Head Grab Malaysia, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Tech Crunch, Selasa (13/6/2017).

Atas kasus ini, Grab juga membeberkan rencananya untuk menghadirkan fitur Panic Button yang sebelumnya hanya ada di aplikasi milik rekanan sopir. Fitur tersebut mengizinkan pengguna untuk menghubungi polisi dengan cepat, jika ditemukan adanya masalah.

"Kami berencana untuk mengembangkan fitur ini ke aplikasi penumpang Grab," kata Goh.

Grab sendiri merupakan aplikasi pemesanan dan penyewaan transportasi asal Malaysia. Layanannya sudah tersebar ke tujuh negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Grab mengklaim sudah memiliki 45 juta unduhan aplikasi, sebanyak 900.000 mitra pengemudi, dan 2,5 juta perjalanan setiap harinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.