Seberapa Besar Kebutuhan Internet Rumah Pintar?

Kompas.com - 15/06/2017, 08:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Aneka perangkat yang terkoneksi ke internet lazim ditemukan dalam sebuah konsep rumah pintar. Jenisnya beraneka ragam, mulai dari lampu hingga kulkas. Sebagian bisa dikendalikan dari jarak jauh tanpa si pengguna harus berada di rumah.

Dengan pernak-pernik elektronik yang senantiasa tersambung ke jaringan internet itu, seberapa besar kebutuhan bandwith sebuah rumah pintar?

Menurut SMB Product Manager TP-Link Indonesia Benny Wiratmaka, angkanya ternyata tidak terlalu besar.

Speed internet untuk smarthome itu kecil. Tak perlu kencang, cukup stabil saja. Sebenarnya kecepatan 1 Mbps pun sudah memadai,” kata Benny saat berbicara dalam paparan konsep smarthome TP-Link di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Konsumsi data dari aneka perangkat pintar di sebuah rumah pun, lanjut dia, sebenarnya termasuk kecil dan hanya berkisar kurang dari 10 megabyte per bulan. Ini karena setiap perintah yang disalurkan pengguna ke perangkat pintar lewat internet hanya berukuran kurang dari 1 kilobyte.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com SMB Product Manager TP-Link Indonesia Benny Wiratmaka (tengah), bersama Product Development and Marketing Head TP-Link Indonesia Daniel Thian (kanan) dan smarthome user Iran Hidayat ketika berbicara dalam diskusi soal smarthome di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

“Andai tiap hari kirim perintah 1.024 kali, maka konsumsi datanya hanya 256 KB atau kurang dari 8 megabyte per bulan,” ujar dia seraya membandingkan dengan konsumsi data media sosial dan video streaming yang bisa mencapai ratusan megabyte sekali pakai.

Namun, dia menambahkan bahwa angka tersebut belum mencakup bandwidth untuk jenis perangkat yang memiliki kebutuhan transfer data tinggi, seperti IP camera untuk mengawasi keadaan di rumah. “Pada akhirnya, semua tergantung kebiasaan pengguna masing-masing,” kata Benny.

Kendala di Indonesia

Konsep smarthome sudah beberapa lama digaungkan di Tanah Air. Namun, sejauh ini implementasinya masih belum banyak terlihat.

Country Director TP-Link Indonesia Wilson Wu mengungkapkan ada semacam paradoks soal hubungan antara kebutuhan bandwidth internet smarthome dan angka permintaan dari pengguna.

Smarthome sebenarnya hanya membutuhkan bandwidth kecil, tapi Wu mengatakan biasanya pengguna baru akan berpikir untuk menerapkan konsep smarthome di hunian apabila sudah memiliki akses internet kecepatan tinggi.

“Biasanya mereka baru melirik smarthome ketika sudah ada high-speed internet. Kendala lainnya, harga produk-produk smartphone saat ini masih relatif tinggi dibandingkan perabot sejenis yang tak terkoneksi ke internet,” papar Wu.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X