Line Makin Serius Garap Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 29/09/2017, 08:01 WIB
Taiichi Hashimoto, Manager of the Virtual Assistant Development Team at Line Corporation, mempresentasikan Line Wave dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017).KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Taiichi Hashimoto, Manager of the Virtual Assistant Development Team at Line Corporation, mempresentasikan Line Wave dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017).

TOKYO, KOMPAS.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi penting yang akan dikembangkan oleh Line di masa depan.

Sejak tahun lalu, Line mengerjakan proyek AI yang diberi nama Cloud Virtual Assistant (Clova). Awal tahun ini, tepatnya Maret 2017, Clova diperkenalkan kepada publik dalam ajang Mobile World Congress di Jerman.

Presentasi Clova di acara tersebut sekaligus mengenalkan Line Wave, yakni speaker pintar yang dapat berkomunikasi dua arah dengan penggunanya. Line Wave inilah yang terhubung dengan sistem Clova di jaringan awan.

Pengguna Line Wave dapat memerintah asisten digital tersebut melalui suara, misalnya untuk mengirim pesan dengan Line Chat, membacakan berita atau perkiraan cuaca, hingga mematikan lampu kamar tidur di kamar.

Pada Agustus 2017, Line Wave dipasarkan dengan sistem pre-order, khusus di Jepang. Sebulan kemudian, asisten virtual tersebut telah dikirimkan kepada pemesannya.

Saat ini Line juga tengah memproduksi peranti serupa yang didesain dengan karakter khas Line, yakni Champ Sally dan Champ Brown.

Taiichi Hashimoto, Manager of the Virtual Assistant Development Team at Line Corporation, mempresentasikan Line Champ Sally dan Brown dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017).KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Taiichi Hashimoto, Manager of the Virtual Assistant Development Team at Line Corporation, mempresentasikan Line Champ Sally dan Brown dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017).

Line juga bekerja sama dengan Vinclu, yang menciptakan asisten virtual Gatebox berbasis Clova. Gatebox ini memiliki keunikan karena tidak sekadar berkomunikasi via suara, tetapi juga menampilkan hologram animasi tiga dimensi berkarakter wanita.

Kini Line mulai menggenjot pertumbuhan Clova, yang menjadi "otak" pengolah data yang dikirim oleh asisten digital tadi.

Taiichi Hashimoto, Manager of the Virtual Assistant Development Team at Line Corporation, mengungkapkan masih banyak hal dan feature yang bisa dikembangkan untuk Clova. Karena itu, dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017), Line mengajak para developer dari berbagai negara untuk bersama-sama mengulik kemampuan kecerdasan buatan ini.

"Inilah masa depan yang ditawarkan oleh Line," kata Hashimoto di hadapan ratusan developer Line dan wartawan, termasuk jurnalis KompasTekno Laksono Hari Wiwoho.

"Hal paling penting adalah menumbuhkan Clova. Line akan membuka Clova development environment pada 2018 sehingga developer dapat ikut membangun sistem ini," ujarnya.

Tahun depan, Line akan membuka software development kit (SDK) dan application programming interface (API) untuk para developer untuk membesarkan Clova.

CTO Line Corporation Euivin Park mempresentasikan Line Wave dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017).KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO CTO Line Corporation Euivin Park mempresentasikan Line Wave dalam acara Line Developer Day 2017 di Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (28/9/2017).
Sementara itu, CTO Line Corporation Euivin Park mengatakan bahwa suatu saat nanti Clova akan dapat digunakan untuk menghubungkan beragam perangkat digital yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini Line telah menjalin kerja sama dengan beberapa brand terkemuka, antara lain Yamaha, Toyota, Family Mart, Sony Mobile, dan LG, untuk pengembangan Clova yang lebih luas.

"Kami baru satu tahun mengembangkan proyek ini sehingga masih banyak hal yang harus dikembangkan," kata Park.

Saat ini Clova baru bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Park mengatakan, ada peluang untuk membuat Clova bisa berkomunikasi dalam bahasa lain, misalnya Korea Selatan. Bagaimana dengan Indonesia? Tunggu saja.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorDeliusno

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X