BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Panasonic

Robot Pacific Rim Separuh Monas, Kenapa Kita Percaya?

Kompas.com - 25/10/2017, 10:56 WIB
Robot jaeger dalam salah satu adegan di film Pacific Rim. Menurut keterangan di film, tingginya digambarkan separuh Monas lebih 20 meter. IMDBRobot jaeger dalam salah satu adegan di film Pacific Rim. Menurut keterangan di film, tingginya digambarkan separuh Monas lebih 20 meter.
Penulis Dimas Wahyu
|
EditorDimas Wahyu

KOMPAS.com - Cerita robot raksasa dalam film Pacific Rim yang tayang kali pertama pada 2013 dijanjikan akan berlanjut dengan hadirnya Pacific Rim: Uprising pada awal 2018.

Yang sudah pasti ditunggu tentu saja robot-robotnya, yang dinamai "jaeger" dan bisa ditunggangi dua pilot.

Ukuran robot-robot ini sungguh luar biasa, apalagi benda sebesar itu dikisahkan akan beradu dengan monster-monster (kaiju) yang bahkan jauh lebih gigantik.

Tinggi jaeger ini 85 meter. Kira-kira, ukurannya setara separuh Monas lebih 20 meter.

Pertanyaannya, kenapa kita bisa percaya kalau robot-robot tersebut punya ukuran sebesar itu?

Besar dan dramatis

Seperti halnya kebanyakan film, unsur efek memang memainkan peran untuk menanamkan logika baru bagi penontonnya.

Jika kita bicara ukuran, maka logika soal bentuk yang besar muncul lantaran robot tersebut berjalan di antara bentuk-bentuk yang serupa dengan bangunan, kapal, orang, atau mobil yang lalu lalang di sekitarnya.

Asli atau bukan, benda-benda itu terlihat serupa dengan hal-hal yang biasa kita lihat, entah gedung, kapal, mobil, ataupun orang-orang, sehingga bisa menjadi pembanding.

Dari situ, satu indera, yakni penglihatan, sudah membuat kita bisa menikmati ukurannya, lantas terhanyut dalam filmnya.

Baca: Pacific Rim: Besar Itu Menghibur

Ukuran tersebut bahkan memesona sampai-sampai menggugah para ahli untuk memperkirakan apakah manusia bisa membuat robot sebesar itu.

Baca: Bisakah Manusia Ciptakan Robot Raksasa "Pacific Rim"?

Belum cukup satu indera, ada satu hal lagi yang membuat kita terhanyut, terutama ketika adegan robot itu beradu dan jatuh ke laut.

"Ada sejumlah kejutan selama beberapa waktu, ketika suara seperti tiba-tiba senyap untuk membangun tensi membuat penonton tahan napas karena kita sadar sebentar lagi monster kaiju akan menyerangnya," kata editor WhatHifi, Becky Roberts.

Becky melanjutkan, indera pendengaran penonton akan "dihibur" dengan aneka detail suara ketika film ini ditonton dengan perangkat surround sound.

Contohnya pada bagaimana suara terompet besar terdengar, sebagai tanda serangan dalam film blockbuster garapan sutradara Guillermo del Toro ini.

Robot jaeger dalam salah satu adegan di film Pacific Rim. Menurut keterangan di film, tingginya digambarkan separuh Monas lebih 20 meter. Hal tersebut bisa dilihat pada kakinya sebagai perbandingan.IMDB Robot jaeger dalam salah satu adegan di film Pacific Rim. Menurut keterangan di film, tingginya digambarkan separuh Monas lebih 20 meter. Hal tersebut bisa dilihat pada kakinya sebagai perbandingan.

"Kita pasti juga akan mendengar dengan jelas ketika robot masuk laut, dan suara terasa kedap layaknya kondisi di bawah permurkaan air, atau desing dan kertak saat robot akan menembak," paparnya dalam "10 of the Best Film Scenes to Test Surround Sound".

Peran suara yang berat dan dalam pada adegan-adegan semacam ini turut menjadi pembeda dalam surround sound, seperti sistem tata suara standar yang terpasang di televisi enam warna Panasonic Hexachroma.

Gambarannya, kalau kita melihat kode perangkat surround sound, ada angka "1" di belakang "2.1" ataupun "5.1". Angka "1" itulah yang menunjukkan keberadaan subwoofer, tempat munculnya suara bas, suara paling rendah, sehingga menggambarkan bunyi benturan yang besar dan berat.

Sementara itu, angka "2", "5", ataupun angka-angka lainnya menandakan jumlah speaker yang tertata untuk membangun suasana berupa suara dalam film sesuai rentang frekuensinya.

Dengan begitu, kita yakin benda berupa robot ini besarnya bukan main, seperti melalui suara debam dan suara-suara gesekan penanda beratnya material benda tersebut.

Dari sistem surround sound pula, kita secara dramatis bisa merasakan bunyi-bunyi frekuensi yang bahkan setara jarum jatuh, atau bunyi pukulan dengan berbagai variasi kekuatan.

Terbayang, rasanya akan lebih dramatis saat pakai set tambahan dari Panasonic Audio, yang pilihannya mulai model bar minimalis tipe SC-HTB18 hingga yang paling premium, SC-BTT465, dengan kesiapan untuk film 3D Blu-ray didukung speaker channel 5.1.

"(Di Pacific Rim) penataan suara yang imbang, kapan diam, kapan meledak-ledak, turut memastikan bahwa sentuhan detail bunyi tidak berlebihan, dan terasa klimaksnya ketika terompet-terompet bersuara berat menggema bersamaan dengan akhir pertarungan di film tersebut," tambah Becky.


Sumber kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.