Layanan CDMA Smartfren Dihentikan Akhir Bulan Ini

Kompas.com - 25/10/2017, 13:45 WIB
Dirut Smartfren, Merza Fachys di peluncuran Andromax Prime 4G, Kamis (5/10/2017). Deliusno/KOMPAS.comDirut Smartfren, Merza Fachys di peluncuran Andromax Prime 4G, Kamis (5/10/2017).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Smartfren terus berupaya memigrasikan pelanggan jaringan CDMA (3G) lamanya agar segera beralih ke 4G LTE. Saat ini Smartfren masih mengoperasikan jaringan CDMA di spektrum frekuensi 850 MHz.

Belakangan, operator seluler anak usaha Grup Sinar Mas tersebut memberitahukan rencana untuk segera menutup jaringan CDMA 850 MHz, menyusul CDMA di frekuensi 1.900 MHz yang sudah lebih dulu dimatikan sejak tahun lalu.

Saat dihubungi oleh KompasTekno, Rabu (25/10/2017), pihak Smartfren mengatakan migrasi total ke jaringan 4G LTE akan terwujud selambat-lambatnya pada akhir 2017.

"Jadi, akhir bulan ini akan tuntas dan dimatikan total," ujar Direktur Utama Smartfren Merza Fachys.

Soal sebaran CDMA, Merza mengatakan jaringan 3G lawas dari Smartfren itu sebenarnya tinggal tersisa di kota-kota besar di wilayah Pulau Jawa saja, sementara jaringan Smartfren di wilayah lain sudah dialihkan sepenuhnya ke 4G LTE.

Baca juga : Zaman Smartphone, Smartfren Kok Malah Rilis Feature Phone?

Jumlah pelanggan Smartfren yang masih bertahan memakai CDMA pun, masih menurut Merza, saat ini hanya tersisa sedikit dibanding total pelanggan Smartfren yang mencapai kisaran 12 juta. "(Pelanggan CDMA) Tinggal ratusan ribu kok," katanya singkat.

Smartfren sebenarnya dijadwalkan menutup layanan jaringan CDMA di frekuensi 850 MHz sejak tahun lalu, tetapi tertunda lantaran ketika itu masih banyak pengguna yang tak mau "move on" dari CDMA.

Jaringan CDMA 850 MHz Smartfren perlu ditata ulang dengan tukar posisi, dari semula di Band B dipindahkan ke band A. Band B di frekuensi ini akan ditempati oleh Telkomsel untuk mengoptimalkan layanan 4G. Smartfren juga perlu pindah dari frekuensi 1.900 MHz

Hal tersebut ditetapkan lewat keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika saat masih dijabat Tifatul Sembiring. Sebagai gantinya, Smartfren mendapatkan alokasi pita 30 MHz di frekuensi 2.300 MHz yang kini dipakai untuk menggelar layanan 4G LTE operator seluler tersebut.

Baca juga : Smartfren Incar Pengguna Feature Phone



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X