Xiaomi Siapkan Rp 13 Triliun untuk Startup di India

Kompas.com - 22/11/2017, 14:12 WIB
CEO Xiaomi Lei Jun berbicara di Jakarta, Rabu (27/9/2017) KOMPAS.com/Yoga HastyadiCEO Xiaomi Lei Jun berbicara di Jakarta, Rabu (27/9/2017)
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Xiaomi bakal menggelontorkan 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun untuk mendanai 100 startup lokal di India. CEO Xiaomi, Lei Jun, mengatakan pihaknya ingin menciptakan ekosistem aplikasi mobile yang mumpuni.

“Di China, empat tahun belakangan kami menginvestasikan 4 miliar dollar AS ke lebih dari 300 perusahaan. Dalam waktu lima tahun ke depan, kami akan investasi di 100 perusahaan di India,” begitu komitmen Lei Jun.

Ia mengatakan hendak mengulang ekosistem model bisnis yang sukses di China ke India. Salah satu strateginya dengan memiliki banyak tipe layanan dan produk lantas mengintegrasikannya satu sama lain.

“Itu adalah model bisnis Xiaomi. Kami fokus pada hal-hal kunci dan hal lainnya kami biarkan disediakan oleh rekan. Kami menjadi besar selama tujuh tahun ini karena model kemitraan dan afiliasi,” Lei Jun menjelaskan.

Xiaomi menjadi salah satu dari tiga perusahaan China yang gencar berinvestasi di India. Dua lainnya diketahui adalah Alibaba Group dan Tencent Holdings.

Bedanya, Xiaomi hanya fokus berinvestasi pada sektor-sektor yang memperluas penggunaan internet mobile. Dengan begitu, industri smartphone yang menjadi bisnis inti Xiaomi diharapkan semakin berkembang.

Ke depan, Xiaomi bakal lebih banyak menyediakan konten hiburan pada smartphone-nya. Hal ini diharapkan mampu memperkuat posisi Xiaomi menghadapi gencarnya persaingan dengan Samsung, Vivo, Oppo, dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Xiaomi yang baru saja masuk ke pasar India pada 2014 lalu kini telah menguasai 23,5 pangsa pasar smartphone. Setidaknya begitu menurut laporan dari firma penelitian IDC.

Hal tersebut menjadikan India sebagai negara terbesar penjualan Xiaomi setelah China. Secara keseluruhan, smartphone Xiaomi dipasarkan di lebih dari 60 negara di seluruh dunia.

Ketika ditanya kapan akan melepas saham perdana (IPO), Lei Jun berkilah tak ingin terburu-buru. Apalagi, ia mengklaim perusahaannya punya kas yang besar untuk tetap menjadi perusahaan privat, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (22/11/2017), dari Livemint.

“Menjadi perusahaan publik punya manfaat dan mudarat. Kami hanya akan IPO ketika kami merasa sudah waktunya. Kami punya kas yang cukup. Kami tak merugi kecuali ketika 2015 karena kami sedang berupaya berekspansi ke kancah global,” ia menuturkan.



Sumber Livemint
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X