Aparatur Sipil Negara Punya E-mail Resmi, Tak Lagi Pakai Yahoo atau Gmail

Kompas.com - 11/12/2017, 14:44 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, Rabu (11/12/2017), dalam acara peluncuran e-mail resmi pemerintah mail.go.id, di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta.Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, Rabu (11/12/2017), dalam acara peluncuran e-mail resmi pemerintah mail.go.id, di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan layanan e-mail resmi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan alamat "mail.go.id". Hal ini untuk menjamin keamanan dalam pertukaran surat elektronik di institusi pemerintahan.

"Kalau memakai e-mail-e-mail gratis, keamanannya belum tentu terjamin. Bisa jadi alamat pengirim dieksploitasi atau kontennya diubah di tengah jalan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo), Rudiantara, Senin (11/12/2017), dalam acara peluncuran di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta.

Selain itu, e-mail-e-mail umum semacam Gmail dan Yahoo juga kerap menjadi wadah peredaran spam dan surat elektronik palsu untuk menipu, menyebarkan virus, hingga ujung-ujungnya berdampak pada peretasan. Jika e-mail palsu diajukan ke pengadilan, hakim pun tak bisa menindak, karena tak ada kepastian hukum pada e-mail tersebut.

Untuk itu, mail.go.id hadir dilengkapi dua fitur yang diharapkan meminimalisir risiko-risiko keamanan. Fitur pertama adalah tanda tangan elektronik, di mana identitas pengirim terkonfirmasi dan penerima bisa memercayainya.

Baca juga : Mengenal V-Mail, E-Mail yang Populer di Era Perang Dunia II

"Tanda tangan elektronik itu memberikan kepastian identitas dan kepastian hukum, jadi kredibilitasnya lebih terjamin," kata Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam kesempatan yang sama.

Fitur kedua adalah kerahasiaan melalui enkripsi yang diklaim anti-bobol. Jika e-mail dari pengirim ditangkap di tengah jalan oleh oknum jahil, konten e-mail itu tak bisa dibuka sehingga tak bisa pula direkayasa.

"Akan ada kode otentikasi yang otomatis terkirim ke penerima e-mail. Selain penerima, e-mail tak bisa dibuka orang lain," kata pria yang kerap disapa "Semmy".

Bukan hal baru

E-mail pemerintah sebenarnya bukanlah hal baru. Sebelumnya Kominfo telah merilis "pnsmail.go.id" pada 2013 lalu, menyusul dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penggunaan Alamat Email Resmi Pemerintah pada Instansi Pemerintah. SE itu dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Mail.go.id ini adalah pengembangan dari pns.go.id. Namanya jadi lebih pendek dan ditambahkan dua fitur keamanan," Semmy menjelaskan.

Sasaran utama mail.go.id ini adalah ASN di daerah-daerah yang belum memiliki sistem e-mail sendiri. Sejauh ini pengguna pnsmail.go.id sekitar 93.000 ASN, masih jauh dari jumlah keseluruhan ASN yang mencapai empat juta orang.

"Pelan-pelan dulu transisi 93.000 ASN yang sudah menggunakan pnsmail.go.id ke mail.go.id sepanjang 2018. Ke depan kami harap empat juta ASN semuanya pakai mail.go.id, terutama yang institusinya belum punya sistem e-mail yang aman," kata Semmy.



EditorReska K. Nistanto

Close Ads X