Kamera “Mirrorless” Fujifilm X-H1 Incar Videografer

Kompas.com - 18/02/2018, 09:38 WIB
Fujifilm X-H1 FujifilmFujifilm X-H1
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Sesuai perkiraan, menjelang akhir pekan ini Fujifilm memperkenalkan kamera mirrorless baru bernama X-H1 yang dibekali fitur-fitur video profesional.

X-H1, misalnya memiliki dukungan perekaman video DCI 4K (4.096 x 2.160 piksel, 23,97 FPS dan 24 FPS), video full HD 1080p dnegan frame rate 120 FPS, high bit rate recodring sebesar 200 Mbps, format F-Log, verbal time code, dan mikrofon internal berkualitas tinggi (25-bit/ 48 KHz).

Salah satu fitur yang kehadirannya paling menonjol di X-H1 adalah peredam goyangan 5-axis yang ditempatkan di sensor alias in-body image stabilizer (IBIS). X-H1 adalah kamera mirrorless pertama dari Fujifilm yang dibekali IBIS.

Dengan accelerometer dan gyroscope tiga sumbu dan prosesor dual-core yang melakukan 10.000 kalkulas per detik untuk meredam goyangan IBIS milik X-H1 diklaim bisa memberikan kompensasi hingga 5,5 stop. Stabllisasi ini kompatibel dengan semua lensa seri XF dan XC besutan Fujifilm

Satu fitur video lain yang menandai kehadiran perdananya di X-H1 adalah mode flickr reduction untuk meredam kedipan saat merekam di bawah lampu fluorescent dan mercury.

Melengkapi fitur video-sentris X-H1, Fujifilm turut menyematkan simulasi film baru bernama Eterna, mengacu pada jenis film besutan Fujifilm yang sering digunakan untuk produksi film.

Fujifilm X-H1, tampak belakang.Fujifilm Fujifilm X-H1, tampak belakang.

Secara fisik, tampilan X-H1 mirip gabungan antara kamera X-T2 dan medium format GFX 50S. Di panel atas terdapat LCD untuk menunjukkan berbagai macam parameter kamera, menggantikan kenop exposure compensation.

Lalu, di belakang terdapat electronic viewfinder dengan magnifikasi 0,75x dan layar sentuh 3 inci yang bisa ditekuk (tilting) ke tiga arah, termasuk dalam orientasi portrait.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di jantung X-H1 tertanam sensor gambar APS-C 24,3 megapiksel dengan filter warna X-Trans III khas Fujifilm. Sensor tersebut dipasangkan dengan chip pengolah gambar X-Processor Pro. Ada 325 titik AF hybrid (169 titik phase detect) tertanam di sensor.

Kombinasi tersebut memberikan rentang sensitivitas ISO 100 hingga 12.800. (ISO 100-51.200 expandable) dan burst rate hingga 14 jepretan per detik.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Minggu (18/2/2018), Fujifilm X-H1 rencananya akan mulai dipasarkan pada awal Maret mendatang dengan banderol 1.900 dollar AS (Rp 26 juta).

Di samping X-H1, Fujifilm turut memperkenalkan lensa zoom sinema Fujinon MKX 18-55 T2.9 dan MKX 50-135mm T2.9 untuk lini kamera mirrorless X-Mount besutannya. Keduanya adalah lensa Super 35 yang sebelumnya sudah dirilis untuk platform E-Mount Sony.

Baca juga : Menyimak Perbedaan Kamera Mirrorless dan DSLR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PetaPixel
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.