Vivo Apex Bikin Layar iPhone X Kelihatan Kuno

Kompas.com - 27/02/2018, 15:28 WIB
Vivo Apex dalam video demonstrasi yang dirilis Vivo. VivoVivo Apex dalam video demonstrasi yang dirilis Vivo.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Konsep ponsel berbingkai tipis dipopulerkan oleh Xiaomi Mi Mix yang meluncur sekitar 1,5 tahun lalu. Meski dijuluki “tanpa bingkai” alias bezel less, nyatanya layar ponsel macam ini biasanya tak benar-benar “bersih” dari bingkai, karena selalu ada komponen yang mesti diletakkan di luar layar.

Pabrikan-pabrikan pun perlu berkompromi, misalnya dengan membuat bingkai di bagian bawah layar yang jauh lebih tebal dibanding sisi lain (Mi Mix), atau bingkai yang agak menjorok ke dalam layar, seperti essential phone dan iPhone X. Pemindai sidik jari juga dipindah ke punggung.

Tapi beda halnya dengan Vivo Apex, ponsel yang awal pekan ini dipamerkan oleh sang pembuatnya di arena Mobile World Congress 2018 di Barcelona, Spanyol. Vivo Apex memiliki bagian depan yang hampir seluruhnya tertutup oleh layar. Nyaris tak ada bingkai sama sekali.

Bingkai di sisi atas, kanan, dan kiri layar sangat tipis dengan ketebalan hanya 1,8 mm. Sementara, bezel di sisi bawah setebal 4,3 mm.

Baca juga: Vivo X20 Plus UD, Ponsel Pertama dengan Pemindai Sidik Jari di Layar

Rasio besar layar terhadap bodi ponsel Vivo Apex pun tercatat sangat besar, di angka 95 persen. Sebagai perbandingan, Xiaomi Mi Mix memiliki rasio screen-to-body 83 persen, sementara iPhone X 82 persen.

Vivo Apex (kiri) disandingkan dengan iPhone X.FORBES/ BEN SIN Vivo Apex (kiri) disandingkan dengan iPhone X.

Wartawan Forbes yang menyandingkan perangkat tersebut dengan iPhone X pun berkomentar bahwa Vivo Apex membuat iPhone X terlihat kuno dengan bagian “poni” yang menonjol dan bingkai-bingkai layar yang lebih tebal secara keseluruhan, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Selasa (27/2/2018).

Bagaimana cara Vivo mewujudkan Apex yang nyaris tanpa bingkai? Pabrikan asal China ini menyembunyikan sebagian komponen di balik layar. Pemindai sidik jari, misalnya, menggunakan teknologi in-display scanner yang menyatu dengan layar.

Begitu juga dengan sensor jarak (proximity sensor) dan earpiece alias speaker telepon yang disembunyikan di balik layar. Cara kerja earpiece Vivo Apex mirip dengan metode piezoelectric Xiaomi Mi Mix, di mana suara dihantarkan ke telinga melalui getaran di layar.

Sementara itu, kamera depan disembunyikan di sisi atas, dan baru akan muncul dengan metode pop-up ala lampu flash di kamera saku, apabila dipanggil lewat aplikasi kamera.

Sayang, meski menarik, Vivo Apex saat ini baru berupa konsep saja. Belum diketahui kapan ia akan benar-benar hadir di pasaran. Selagi menunggu, silakan simak video demonstrasi Vivo Apex di tautan berikut.



Sumber Forbes
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X