Kompas.com - 08/04/2018, 08:19 WIB

KOMPAS.com - Skandal pencurian data personal para pengguna Facebook menyita perhatian dunia. Tak terkecuali CEO Apple, Tim Cook. Dalam sebuah wawancara, Cook berkelakar ketika ditanya apa yang akan dia lakukan seandainya berada di posisi bos Facebook, Mark Zuckerberg.

"Saya tidak akan dalam situasi tersebut. Kami bisa menghasilkan banyak uang jika konsumen diperlakukan sebagai produk kami. Tapi kami memilih untuk tidak melakukan itu", ujar Cook, mengacu pada jalur pemasukan Facebook yang menarget penggunanya untuk disodori iklan.

Cook sendiri mengaku takut dengan iklan yang seolah membuntutinya di segala situs ketika sedang berselancar di internet. "Bagi saya, hal itu menakutkan ketika kita melihat sesuatu (di internet), tiba-tiba itu (iklan) mengejar saya di semua situs", kelakarnya.

Dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Minggu (8/4/2018), orang nomor satu di Apple itu melanjutkan bahwa privasi adalah hak asasi manusia.

Cook juga menyoroti bagaimana iklan-iklan bisa mengakses data personal pengguna internet dan memonetisasi mereka untuk mengembangkan pundi-pundi sang penyalur iklan.

Baca juga : iPhone X Rp 13,3 Juta, CEO Apple Anggap Tak Kemahalan

Bukan cuma untuk orang kaya

Silang pendapat antara Cook dan Zuckerberg sempat terjadi beberapa waktu lalu. Soal kritikan monetisasi pengguna Facebook yang dilontarkan Cook, Zuckerberg menganggapi dengan mengatakan bahwa Cook hanya cakap dalam berbicara.

Zuckerberg menilai, Facebook bisa digunakan secara gratis karena fokus untuk menghubungkan orang-orang, dikala banyak orang tak sanggup merogoh kocek untuk  membayar tarif. Dia lalu nyinyir kepada Apple.

Model bisnis paling rasional -menurut Zuckerberg- adalah dengan mencari pemasukan dari iklan.  "Jika Anda mau membuat layanan yang tak hanya melayani orang kaya, maka Anda butuh sesuatu yang bisa digunakan semua orang", sindir Zuckerberg.

Baca juga : Mark Zuckerberg Diberi Penghargaan Pemberi Informasi Palsu

Bos Facebook tersebut menampik tudingan bahwa media sosialnya tidak peduli dengan orang lain. Sebaliknya, ia balik menyerang dengan mengatakan bahwa perusahaan teknologi yang mengenakan biaya tinggi seperti Apple lah yang seharusnya disebut kurang peduli.

"Saya rasa penting untuk kita tidak terjangkit Stockholm Syndrom, dengan membiarkan perusahaan yang menagih biaya ke Anda secara berlebihan, meyakinkan Anda bahwa mereka sebenarnya peduli dengan Anda. Itu terdengar aneh bagi Saya", imbuh Zuckerberg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.