Dua Juta Nomor Diregister Pakai 1 NIK, Ini Tanggapan Indosat

Kompas.com - 10/04/2018, 12:33 WIB
KompasTekno menemukan sebuah kartu SIM dari Indosaat Ooredoo dalam kemasan Redmi 5A. Indosat memang menjadi rekanan operator seluler Xiaomi dalam pemasaran Redmi 5A. Oik Yusuf/ KOMPAS.comKompasTekno menemukan sebuah kartu SIM dari Indosaat Ooredoo dalam kemasan Redmi 5A. Indosat memang menjadi rekanan operator seluler Xiaomi dalam pemasaran Redmi 5A.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR RI, Senin (9/4/2018) kemarin, Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membeberkan anomali yang ditemukan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar.

Ditjen Dukcapil Kemendagri mengatakan penyalahgunaan NIK terjadi di semua operator selular. Yang paling signifikan berasal dari Indosat Ooredoo, di mana terdapat 2,2 juta kartu SIM prabayar didaftarkan dengan 1 NIK.

Menanggapi hal ini, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman, mengatakan pihaknya melaksanakan program registrasi kartu SIM prabayar sesuai aturan dan mekanisme yang ditetapkan.

“Terkait dengan anomali data 1 NIK yang digunakan untuk registrasi banyak nomor seperti yang disampaikan dalam RDP kemarin, kami telah melakukan pemblokiran,” kata dia kepada KompasTekno, Selasa (10/4/2018).

"Indosat Ooredoo selalu menekankan kepada masyarakat untuk melakukan registrasi sesuai dengan peraturan dan tidak menggunakan data NIK dan no KK secara tanpa hak," ia menambahkan.

Pemblokiran ini menyusul permintaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sesuai dengan Surat Edaran BRTI Nomor 210/BRTI/III/2018 tanggal 26 Maret 2018, tentang pemblokiran kartu pelanggan yang diregsitrasi secara tidak sah dan tanpa hak.

Dirjen PPI Kominfo, Ahmad Ramli, mengatakan operator seluler diberi kesempatan untuk memblokir nomor-nomor yang didaftarkan secara tak wajar hingga 1 Mei 2018. Jika tidak juga “bersih”, ada sanksi yang menanti.

“Dari kami bisa sanksi administrasi, teguran pertama, kedua, ketiga. Buat perusahaan ditegur itu luar biasa,” ia menuturkan.

Meski anomali yang paling masif berasal dari Indosat Ooredoo, bukan berarti operator lain bebas dari kasus serupa. Sebanyak 518.000-an nomor Telkomsel juga didaftarkan dengan 1 NIK, 319.000-an dari XL Axiata, 83.000-an dari Hutchison Tri, dan 145.000-an dari Smartfren.

Baca juga : Cara Registrasi dan Daftar Ulang Kartu Prabayar Indosat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X