Menilik Aturan Main Registrasi Kartu SIM Prabayar untuk Perusahaan

Kompas.com - 12/04/2018, 14:29 WIB
Karyawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9/2017). ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJAKaryawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Pernah membayar dengan kartu debit atau kredit di terminal pembayaran? Alat tempat "menggesek" kartu di kasir itu adalah mesin electronic data capture (EDC) yang terhubung ke internet untuk melakukan transaksi.

Sebagian alat EDC ini tersambung ke internet lewat jaringan seluler melalui kartu SIM prabayar. Sementara, pemerintah melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi mewajibkan registrasi kartu SIM prabayar, termasuk juga untuk mesin EDC.

Mekanisme pendaftaran kartu SIM prabayar untuk korporasi, seperti pemilik mesin EDC diatur secara terpisah dari konsumen umum. Konsumen mendaftarkan sendiri via SMS atau metode lain, sedangkan bagi korporasi dilakukan langsung ke operator secara business to business.

Soal ini antara lain tercakup dalam kumpulan tanya jawab tentang registrasi kartu SIM prabayar di situs Kemenkominfo. Poin nomor 23 menyebutkan bahwa registrasi nomor korporat dilakukan oleh pejabat korporasi yang bertanggung jawab. Jumlah nomor yang didaftarkan tidak dibatasi.

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia I Ketut Prihadi Kresna mengatakan bahwa pelanggan korporasi wajib memberikan laporan tentang penggunaan nomor-nomor kartu SIM prabayarnya saban tiga bulan sekali.

"Ini sesuai yang tertuang di pasal 18 dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016, Jadi dilaporkan misalnya peruntukannya apa saja dan jumlahnya berapa," terang Ketut ketika dihubungi KompasTekno, Rabu (11/4/2018).

Selain korporasi, pelanggan umum yang mendaftarkan lebih dari 10 nomor seluler juga diwajibkan memberi laporan dalam jangka waktu yang sama untuk mencegah penyalahgunaan. Pendaftaran nomor berjumlah banyak ini bisa dilakukan di gerai operator yang tidak memberlakukan batasan 1 NIK untuk 3 nomor dari operator yang sama seperti registrasi via SMS.

Baca juga : 1 NIK Dipakai Daftar 2,2 Juta Nomor Prabayar, Ini Tindakan Kominfo

Belum terima laporan

Sejumlah operator yang dihubungi KompasTekno membenarkan bahwa pelanggan korporasi melakukan pendaftaran langsung ke pihak operator untuk nomor-nomor kartu SIM prabayar yang dipakai di perangkat seperti EDC.

Mesin EDC sendiri bisa menggunakan kartu SIM pascabayar yang sudah diregistrasi di awal pemakaian dan tidak diwajibkan registrasi ulang.

Ada pula EDC yang tersambung ke jaringan lokal (LAN) sehingga tidak membutuhkan kartu SIM. Selain mesin EDC, contoh alat lain dengan kartu SIM yang umum dipakai oleh korporasi misalnya GPS tracker dan ATM.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X